450 Pedagang Jalan Teratai Direlokasi, Satpol PP Awasi Pedagang yang Masih Membandel

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meminta seluruh pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan, pindah ke dalam Pasar Higienis. Relokasi dilakukan seiring penataan serta peningkatan infrastruktur jalan dan drainase di kawasan tersebut.

Sebanyak 450 pedagang akan menempati Pasar Higienis. Pemko Pekanbaru juga meminta pedagang tidak lagi menggunakan bahu jalan maupun area di atas drainase untuk berjualan karena aktivitas tersebut dapat menghambat pekerjaan pembangunan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru Desheriyanto mengatakan, pihaknya terus mengawasi kawasan Jalan Teratai untuk memastikan pedagang mengikuti kebijakan relokasi.

Masih Ada Pedagang Berjualan di Atas Drainase

Desheriyanto menyebut masih terdapat sejumlah pedagang yang nekat berjualan di atas drainase Jalan Teratai. Keberadaan mereka dinilai berpotensi menghambat proses pembangunan drainase yang sedang berlangsung.

“Informasinya pedagang yang masih berjualan di atas parit, mereka itu sudah menyewa tempat ke pemilik ruko,” kata Desheriyanto, Kamis (27/8/2026).

Meski demikian, Satpol PP tetap melakukan pengawasan dan siap menertibkan pedagang yang tidak mematuhi aturan. Penertiban dilakukan untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan dan drainase berjalan lancar.

Desheriyanto mengatakan pihaknya tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam penertiban. Terlebih, Pemko Pekanbaru sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang.

Satpol PP Siap Bertindak Tegas

Menurut Desheriyanto, Satpol PP siap mengambil tindakan lebih tegas apabila kondisi di lapangan membutuhkan pengosongan lokasi. Personel juga siap ditempatkan untuk berjaga apabila diperlukan.

“Tapi kalau memang tim membutuhkan tindakan yang lebih tegas tentu kita siap saja. Misalnya harus dikosongkan (tempat), ya harus dikosongkan. Kita sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Saat ini, pengawasan masih dilakukan melalui patroli secara mobile. Satpol PP akan menyesuaikan pola pengamanan dengan perkembangan pekerjaan pembangunan di kawasan tersebut.

“Kalau tidak ada kerja sama pedagang untuk pembangunan ini, kalau tim bilang penutupan atau tindakan lebih tegas tentu kita siap saja,” pungkasnya.