Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan, PWI Riau Salurkan 10 Ribu Masker

Spesial Riau23 Dilihat

Pekanbaru (Outsiders) – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau, khususnya Kota Pekanbaru, mulai menjadi perhatian serius. Di tengah kondisi udara yang memburuk, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau bergerak membantu masyarakat dengan menyalurkan 10 ribu masker.

Program bertajuk “PWI Riau Berbagi Masker” tersebut menyasar pengguna jalan dan masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian PWI Riau terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar udara tidak sehat akibat kabut asap.

Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar mengatakan, kondisi kabut asap yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian seluruh pihak karena masyarakat tetap menjalankan aktivitas di tengah kualitas udara yang kurang baik.

“Kami dari PWI Riau turut prihatin dengan kondisi kabut asap yang terjadi di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian sederhana kami kepada masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Raja Isyam Azwar.

Menurut Raja Isyam, pembagian masker merupakan langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko paparan udara kurang sehat. Namun, upaya tersebut tidak boleh mengalihkan perhatian dari persoalan utama, yakni pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami berharap masker yang dibagikan ini dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan udara yang kurang sehat. Namun yang lebih penting adalah bagaimana persoalan karhutla ini dapat ditangani secara serius dan dilakukan pencegahan secara berkelanjutan,” katanya.

Sebanyak 10 ribu masker yang dibagikan PWI Riau terkumpul berkat dukungan sejumlah pihak. RS Hermina dan PT Anugerah Sawit Sejahtera menjadi bagian dari pihak yang memberikan donasi untuk mendukung aksi sosial tersebut.

Raja Isyam mengapresiasi kepedulian para donatur yang ikut membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap.

“Atas nama PWI Riau, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah ikut berpartisipasi serta mendonasikan masker untuk program PWI Riau Berbagi Masker,” ungkapnya.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa persoalan kabut asap membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, masyarakat dan seluruh elemen lainnya memiliki peran dalam mencegah karhutla sekaligus melindungi masyarakat dari dampaknya.

“Ini adalah bentuk gotong royong. PWI Riau menginisiasi kegiatan, kemudian ada pihak-pihak yang ikut membantu melalui donasi masker. Alhamdulillah, terkumpul sebanyak 10 ribu masker yang kita bagikan. Semangat seperti inilah yang kita harapkan terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Raja Isyam juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Warga yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan juga diminta memperhatikan kondisi udara dan menjaga kesehatan.

Di sisi lain, PWI Riau menegaskan akan tetap menjalankan fungsi pers dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak kabut asap. Pemberitaan mengenai karhutla juga akan terus dikawal secara berimbang dan bertanggung jawab.

“Kita berharap kondisi udara di Riau segera membaik. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, masyarakat dan seluruh elemen harus bersinergi mencegah terjadinya karhutla. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban setiap kali kabut asap datang,” tegas Raja Isyam.

Ia berharap program PWI Riau Berbagi Masker tidak berhenti sebagai aksi sosial sesaat. Menurutnya, gerakan tersebut harus menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk menghadapi persoalan kabut asap yang berulang di Riau.

“Langkah ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di tengah kondisi sulit seperti sekarang, kepedulian dan gotong royong harus tetap kita jaga,” tutup Raja Isyam Azwar.

Komentar