Hotspot Kembali Naik Jadi 207 di Riau, Pelalawan Masih Tertinggi

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sebanyak 207 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan BMKG hingga Jumat (28/8/2026). Jumlah tersebut menjadi bagian dari 2.051 hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Sumatera.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Bella R Adelia mengatakan, ratusan hotspot di Riau tersebar di delapan kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan masih menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak.

“Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 91 titik. Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir terdeteksi 58 hotspot,” ujar Bella.

Pelalawan dan Inhil Dominasi Hotspot

Selain Pelalawan dan Indragiri Hilir, BMKG mendeteksi 19 hotspot di Kabupaten Siak, 18 titik di Kuantan Singingi, serta 17 titik di Indragiri Hulu. Sementara itu, Bengkalis memiliki dua hotspot, sedangkan Kota Dumai dan Kota Pekanbaru masing-masing terdeteksi satu titik panas.

Di tingkat Sumatera, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 1.280 titik. Berikutnya Bangka Belitung 264 titik dan Riau 207 titik. Hotspot lainnya terdeteksi di Lampung 153 titik, Jambi 86 titik, Aceh 27 titik, Sumatera Utara 16 titik, Kepulauan Riau 12 titik, serta Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing tiga titik.

Hujan Berpotensi Bantu Tekan Karhutla

Di tengah masih tingginya jumlah hotspot, BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Riau pada Jumat. Hujan diprakirakan terjadi di sebagian Bengkalis, Pelalawan, Kampar dan Dumai pada siang hingga sore hari.

Sementara pada malam hingga dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir. Hujan diharapkan dapat meningkatkan kelembapan lahan dan membantu menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski demikian, masyarakat dan petugas tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang masih terdeteksi hotspot. Pemantauan lapangan juga diperlukan untuk memastikan titik panas tersebut tidak berkembang menjadi kebakaran.

Komentar