Jalan Rusak di Rohul Disindir Warga dengan Papan: “Jalan Ini Dijual”

Rokanhulu11 Dilihat

Rokan Hulu (Riaunews.com) – Sebuah papan bertuliskan “Jalan ini dijual karena pemerintah sudah tidak mau tahu lagi” mencuri perhatian pengguna jalan di Dusun Murini, Desa Batang Kumu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Papan tersebut bukan penanda bahwa jalan benar-benar dijual. Tulisan itu menjadi bentuk sindiran dan kekecewaan warga terhadap kondisi Jalan Lintas Provinsi Riau-Sumatera Utara yang disebut masih mengalami kerusakan. Warga menilai jalan tersebut sudah bertahun-tahun membutuhkan perbaikan, tetapi perhatian pemerintah belum sesuai harapan.

Salah seorang warga, Tono, mengatakan pemasangan papan tersebut merupakan bentuk protes terhadap kondisi jalan yang mereka lalui setiap hari. Menurutnya, warga ingin pemerintah segera memperhatikan kerusakan yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

“Kami pasang tulisan itu bukan karena jalan ini benar-benar mau dijual. Itu bentuk sindiran dan kekecewaan kami. Jalan sudah bertahun-tahun rusak, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” ujar Tono.

Warga Keluhkan Risiko Kecelakaan

Tono menyebut kerusakan jalan sangat dirasakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor. Kondisi jalan yang tidak rata membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan. Saat hujan, jalan menjadi lebih sulit dilalui, sedangkan ketika cuaca kering, debu mengganggu pengguna jalan.

“Kami ini setiap hari lewat sini. Kalau hujan makin susah, kalau kering debunya. Sudah banyak juga kecelakaan terjadi di jalan ini. Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah ada korban,” katanya.

Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan di Jalan Lintas Provinsi Riau-Sumatera Utara tersebut tidak rata. Sejumlah bagian badan jalan mengalami kerusakan sehingga pengendara harus mengurangi kecepatan ketika melintas.

Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki

Tono berharap pemerintah tidak menganggap tulisan di papan tersebut sebagai sekadar aksi warga. Menurutnya, kalimat “Jalan Ini Dijual Karena Pemerintah Sudah Tidak Mau Tahu Lagi” menggambarkan keresahan masyarakat yang ingin jalan tersebut segera diperbaiki.

“Kami tidak minta macam-macam, kami hanya ingin jalan ini diperbaiki. Ini jalan lintas, banyak masyarakat yang menggunakannya. Tolong pemerintah lihat kondisi kami di sini,” harapnya.

Bagi masyarakat setempat, papan tersebut kini menjadi simbol kekecewaan sekaligus pesan terbuka kepada pemerintah. Warga menegaskan mereka tidak benar-benar ingin menjual jalan tersebut, melainkan berharap akses utama yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari itu kembali layak dan aman dilalui.