Pekanbaru (Riaunews.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera mengambil langkah mitigasi konkret untuk mengatasi kerusakan parah di ruas Jalan Kuala Cinaku menuju Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kerusakan jalan provinsi tersebut dinilai semakin memburuk akibat tingginya aktivitas angkutan batu bara bertonase besar.
Desakan itu disampaikan Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Indragiri Hilir, Andi Darma Taufik. Ia meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memprioritaskan penanganan dan penyelamatan ruas jalan yang menjadi jalur utama transportasi masyarakat tersebut.
Andi menilai tingginya intensitas truk bermuatan berat yang melintasi ruas Jalan Kuala Cinaku menjadi penyebab utama percepatan kerusakan jalan. Menurutnya, sebagian kendaraan angkutan batu bara diduga melanggar ketentuan mengenai Over Dimension Over Loading (ODOL).
“Kami melihat jalan Kuala Cinaku menuju Indragiri Hilir saat ini dipenuhi truk-truk batu bara bertonase besar. Kami yakin banyak yang melebihi ketentuan ODOL (Over Dimension Over Loading). Padahal kita semua telah berkomitmen menuju zero ODOL,” ujar Andi, Selasa (28/7/2026).
Ia menegaskan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau untuk membiayai pemeliharaan jalan sangat terbatas. Kondisi tersebut diperburuk oleh karakteristik tanah di kawasan Kuala Cinaku yang tergolong labil sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan bertonase tinggi secara terus-menerus.
Minta Pembatasan Truk Bertonase Besar
Andi meminta Pemprov Riau segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi ruas Jalan Kuala Cinaku sekaligus menerapkan pembatasan operasional bagi kendaraan bertonase besar maupun armada yang terindikasi melanggar aturan ODOL.
“Jalan ini merupakan jalan provinsi. Anggaran pemeliharaan sangat terbatas, sementara kerusakan terus terjadi karena beban kendaraan yang melampaui kemampuan konstruksi jalan,” tegasnya.
Menurutnya, langkah penertiban tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur sekaligus menjamin kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai kerusakan jalan berdampak langsung terhadap distribusi hasil perkebunan, terutama komoditas kelapa yang menjadi salah satu sumber utama perekonomian masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.
DPRD Riau berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kondisi jalan tidak semakin memburuk dan aktivitas transportasi masyarakat maupun distribusi hasil pertanian dapat berjalan dengan lancar.
