Dies Natalis ke-44, UWM Yogyakarta Awali Rangkaian Kegiatan dengan Pelepasan Burung Merpati

Daerah, Pendidikan15 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta mengawali rangkaian Dies Natalis ke-44 dengan pelepasan 15 ekor burung merpati sebagai bentuk pengamalan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (24/8/2026).

Pelepasan burung dilakukan Ketua Umum Yayasan Mataram Yogyakarta, GKR Mangkubumi, bersama Kepala LLDikti Wilayah V DIY Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dan Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Kegiatan tersebut turut dihadiri GKR Condrokirono, GKR Hayu, jajaran wakil rektor serta para dekan fakultas.

Momentum Kepedulian Lingkungan

Rektor UWM Prof. Edy Suandi Hamid mengatakan pelepasan burung merpati menjadi simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya memperindah alam. Sebelumnya, UWM mengawali Dies Natalis dengan gerakan menanam pohon.

“Dies Natalis pada tahun lalu kita awali dengan gerakan menanam pohon, tahun ini secara simbolik dengan melepas burung merpati sebagai bentuk kepedulian pada pelestarian, serta memperindah alam,” ujar Prof. Edy.

Memasuki usia ke-44, UWM juga berkomitmen memperkuat kualitas akademik, sumber daya manusia dan tata kelola. Upaya tersebut diarahkan untuk menjadikan UWM sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter serta mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian dan kerja sama.

Perluas Jejaring Nasional dan Internasional

Ketua Pengurus Yayasan Mataram Yogyakarta, GKR Mangkubumi, mengatakan momentum Dies Natalis ke-44 harus menjadi kesempatan bagi UWM untuk memperluas jejaring kerja sama. Ia mendorong kampus tidak hanya membangun kemitraan dengan perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga menjalin kerja sama dengan kampus di luar negeri.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah V DIY Prof. Setyabudi Indartono menekankan pentingnya perguruan tinggi menghasilkan outcome yang mampu memberikan perubahan nyata bagi masyarakat dan peradaban. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari kemampuan lulusan memasuki dunia industri, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perubahan sosial.

“Saya sangat berharap sekali UWM ini bisa menjadi leading sector, kampus yang menginisiasi, mengawal, dan memastikan bahwa seluruh outcome dari pendidikan tinggi kita akan menghasilkan perubahan-perubahan peradaban yang signifikan,” tegasnya.

Pembukaan Dies Natalis ke-44 menjadi momentum bagi UWM untuk memperkuat sinergi antara yayasan, pimpinan universitas, fakultas, dosen, mahasiswa dan mitra strategis. Kampus tersebut juga terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan, memperluas jejaring serta memperkuat kontribusinya dalam pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat