81 Pelajar SMKN 1 Tapung Hulu Diduga Keracunan Usai Santap Makanan MBG

Kampar, Kesehatan28 Dilihat

Kampar (Riaunews.com) – Sebanyak 81 pelajar SMKN 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Puluhan pelajar tersebut menjalani penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebagian telah diperbolehkan pulang, sementara empat pelajar masih menjalani perawatan di Puskesmas Suka Ramai.

Kepala Puskesmas Suka Ramai Nurhaidin mengatakan jumlah pelajar yang mendapatkan penanganan medis bertambah dari sebelumnya 77 orang menjadi 81 orang. “Ini kan sudah dua hari, mulai dari hari Selasa kemarin dilakukan penanganan medis, jumlah sebelumnya 77 pelajar dan kini 81 pelajar, sebagian telah dipulangkan,” kata Nurhaidin, Rabu (19/8/2026).

SPPG Disebut Belum Kantongi SLHS

Fakta baru muncul dalam kasus tersebut. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG kepada para pelajar disebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar yang juga Wakil Bupati Kampar, Misharti, membenarkan bahwa SPPG tersebut telah mendapat penangguhan operasional. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, SPPG itu masih menjalankan aktivitasnya.

“Dan ternyata SPPG ini juga belum keluar SLHS-nya dan ditangguhkan sampai dia memperbaiki beberapa yang harus diperbaiki. Dari Dinas Kesehatan juga mengatakan ditangguhkan, tapi mereka masih beroperasi. Kewenangan kita tidak sampai di situ karena dari BGN langsung,” kata Misharti saat dihubungi Riauaktual.com, Rabu (19/8/2026).

Menurut Misharti, setiap SPPG seharusnya memenuhi persyaratan dan memiliki SLHS sebelum menjalankan pelayanan penyediaan makanan. Penangguhan dilakukan hingga sejumlah persyaratan yang dinilai belum terpenuhi diperbaiki.

Empat Pelajar Masih Dirawat

Nurhaidin menjelaskan, penanganan medis tidak seluruhnya dilakukan di Puskesmas Suka Ramai karena kapasitas fasilitas kesehatan terbatas. Sejumlah pelajar mendapat perawatan di fasilitas kesehatan lain.

“Ada dua pelajar yang dirujuk ke Puskesmas Tandun, Rokan Hulu. Ada juga sebagian penanganan medisnya dilakukan di Puskesmas Petapahan, karena puskesmas ini tak sanggup menampung semuanya,” jelasnya.

Hingga Rabu (19/8/2026), empat pelajar masih menjalani perawatan di Puskesmas Suka Ramai. Petugas memberikan penanganan medis, termasuk pemasangan infus dan bantuan oksigen.

“Untuk sekarang ada empat pelajar yang dirawat, terpasang infus dan oksigen. Gejala awalnya mual, muntah hingga sesak napas,” terang Nurhaidin.

Kasus dugaan keracunan tersebut masih dalam penanganan pihak terkait. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para pelajar serta mengetahui kaitannya dengan makanan yang mereka konsumsi dari program MBG.

Komentar