Hotspot di Riau Turun Signifikan, Tersisa 23 Titik

Pekanbaru (Riaunews.com) – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, tercatat 23 hotspot di Riau pada Rabu (12/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Jumlah tersebut turun dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencatat 53 hotspot. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 30 titik panas dalam pemantauan terbaru.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Putri Santy S mengatakan hotspot di Riau saat ini tersebar di enam kabupaten/kota.

“Total titik panas di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 501 titik, sedangkan di Provinsi Riau terdeteksi 23 titik,” ujar Putri, Rabu (12/8/2026).

Inhu Terbanyak 12 Hotspot

Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau, yakni 12 titik. Selanjutnya, Indragiri Hilir terpantau enam titik dan Siak dua titik.

Sementara itu, Kabupaten Pelalawan, Kampar dan Kota Pekanbaru masing-masing terdeteksi satu hotspot.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Sumatera juga menurun dari pemantauan sebelumnya yang mencapai 696 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak, yakni 168 titik, disusul Bangka Belitung 112 titik, Lampung 78 titik dan Jambi 64 titik.

Kewaspadaan Karhutla Tetap Diperlukan

Provinsi lainnya yang terpantau memiliki hotspot yakni Aceh 23 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatera Barat sembilan titik, Bengkulu enam titik dan Sumatera Utara empat titik.

Penurunan jumlah hotspot menjadi perkembangan positif dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena sejumlah titik panas masih terdeteksi.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran atau titik api di wilayahnya.

Komentar