RIAUNEWS.COM – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Rahul, mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang menyasar masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Menurut Rahul, langkah Polda Riau memilih wilayah pesisir, pulau terluar, dan kawasan perbatasan sebagai titik pengabdian memiliki makna penting.
Kehadiran aparat negara di wilayah tersebut tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga memperkuat rasa kebangsaan sekaligus memastikan masyarakat di daerah terluar mendapatkan perhatian dan pelayanan.
“Saya mengapresiasi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan seluruh jajaran yang memilih turun langsung ke wilayah 3T melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi. Ini pesan yang sangat kuat bahwa negara hadir bukan hanya di pusat kota, tetapi sampai kepada masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan,” kata Rahul, Minggu (9/8/2026).
Rahul menilai langkah yang diambil Polda Riau tersebut menunjukkan wajah kepolisian yang tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan hukum.
Menurutnya, Polri juga memiliki posisi strategis untuk membangun kedekatan dengan masyarakat dan memperkuat optimisme warga terhadap negara.
“Yang menarik, ekspedisi ini tidak berhenti pada seremoni. Ada pelayanan kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan, bantuan untuk masyarakat, penguatan ekonomi pesisir, sampai mendengarkan langsung aspirasi warga. Model seperti ini memberikan dampak yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pendekatan Green Policing yang menjadi bagian dari perjalanan ekspedisi. Penanaman mangrove bersama masyarakat dinilainya relevan dengan karakter geografis Riau yang memiliki kawasan pesisir luas sekaligus menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Rahul mengatakan, menjaga wilayah terluar tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan. Kedaulatan juga harus diperkuat dengan menghadirkan pelayanan, membangun kesejahteraan, menjaga lingkungan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Indonesia.
“Di wilayah perbatasan, kehadiran negara mempunyai makna yang sangat besar. Ketika masyarakat melihat Merah Putih berkibar, mendapatkan pelayanan, bertemu langsung dengan aparat dan aspirasinya didengar, di situlah rasa kebangsaan semakin kuat,” katanya.
Menurut Rahul, momentum HUT ke-81 RI membuat Ekspedisi Merah Putih Presisi memiliki pesan kebangsaan yang semakin relevan.
Kemerdekaan, kata dia, harus dimaknai dengan memastikan pembangunan, pelayanan dan perhatian negara menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Indonesia tidak hanya Jakarta atau kota-kota besar. Indonesia juga masyarakat yang hidup di pesisir, pulau terluar dan beranda terdepan negeri ini. Karena itu, saya berharap kegiatan seperti Ekspedisi Merah Putih Presisi dapat terus dikembangkan. Menjaga Indonesia memang harus dimulai dari wilayah terdepan kita,” ujar Rahul.
Ekspedisi Merah Putih Presisi digelar Polda Riau dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ekspedisi dilakukan oleh jajaran Polda dan Polres pada 1-17 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan implementasi semangat menghadirkan negara hingga titik terluar Indonesia dengan menggabungkan pelayanan kepolisian, penguatan nasionalisme, kegiatan kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, hingga pelestarian lingkungan melalui Green Policing.
Dalam setiap perjalanan, personel kepolisian tidak sekadar membawa Bendera Merah Putih, tetapi juga melaksanakan bakti kesehatan, menyalurkan bantuan sosial dan perlengkapan sekolah, memberikan sarana pendukung bagi masyarakat pesisir, melakukan penanaman mangrove dan pohon, hingga berdialog langsung dengan tokoh serta masyarakat setempat. []







Komentar