UMKM Binaan PHR Tembus Pasar Jepang, Koperasi Pucuk Rebung Bawa Produk Lokal Riau Mendunia

Pekanbaru (Riaunews.com) – Koperasi UMKM Pucuk Rebung berhasil membawa produk olahan khas Riau menembus pasar internasional setelah mengekspor produknya ke Jepang. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi pelaku UMKM di Provinsi Riau yang sebelumnya menghadapi berbagai kendala untuk memenuhi standar ekspor.

Ketua Koperasi UMKM Pucuk Rebung, Yuneli, mengatakan perjalanan menuju pasar internasional bukanlah proses yang mudah. Menurutnya, keterbatasan kapasitas produksi, minimnya akses terhadap pembeli luar negeri, hingga pemenuhan standar keamanan pangan dan dokumen ekspor sempat menjadi tantangan utama bagi koperasi yang menaungi ratusan pelaku UMKM tersebut.

“Perjalanan bukanlah proses yang instan. Kami memulainya dengan memperkuat kualitas produk, aktif mengikuti berbagai pameran internasional, business matching, hingga memperkenalkan produk kepada calon buyer dari berbagai negara,” ujar Yuneli.

Pendampingan Buka Jalan ke Pasar Ekspor

Yuneli menjelaskan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendampingan yang diberikan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Pengembangan UMKM, Ekonomi, Pemuda, dan Perempuan. Program itu mencakup pelatihan peningkatan kompetensi pelaku usaha, penguatan kelembagaan koperasi, penyediaan sarana produksi, hingga membuka akses promosi dan jejaring pasar internasional.

Selain pendampingan dari PHR, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memberikan dukungan melalui fasilitasi pemenuhan berbagai persyaratan administrasi dan dokumen ekspor sehingga produk UMKM memenuhi standar negara tujuan.

Berbagai produk unggulan khas Melayu Riau yang kini dipasarkan ke luar negeri antara lain Ikan Salai Patin, Pisang Kipas Rajawali, Mi Sagu Bu Tuti, Nastar Sagu, Bandrek Lazuhardy, Emping Alpukat, madu murni, bakso olahan, hingga bumbu rendang khas. Seluruh produk disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan regulasi di masing-masing negara tujuan.

Lolos Standar Ketat Jepang

Yuneli menyebut Jepang merupakan salah satu negara dengan standar keamanan pangan paling ketat di dunia. Untuk dapat menembus pasar tersebut, koperasi harus melalui proses panjang, mulai dari komunikasi dengan calon pembeli, pengiriman sampel, penyesuaian desain kemasan, hingga pemenuhan seluruh persyaratan ekspor. Upaya tersebut membuahkan hasil melalui ekspor perdana sebanyak 400 kemasan Pisang Kipas Rajawali.

Sebelum memasuki pasar Jepang, Koperasi UMKM Pucuk Rebung juga telah melakukan empat kali pengiriman produk ke Malaysia dengan nilai transaksi kumulatif mencapai puluhan juta rupiah. Yuneli menegaskan keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi koperasi untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.

“Pasar Jepang dikenal memiliki standar yang sangat tinggi. Karena itu, kami menjadikan setiap proses evaluasi sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas. Kami percaya mutu merupakan kunci utama agar produk UMKM dapat bertahan dan berkembang di pasar internasasional,” katanya.

Keberhasilan ekspor tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain di Riau untuk berani memasuki pasar global. Selain meningkatkan nilai jual produk lokal, ekspor juga dinilai mampu memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, serta memperkuat daya saing produk khas Riau di pasar internasional.