PHR Bersama Pemkab Bengkalis dan Warga Hidupkan Festival Pacu Sampan Batang Mandau

Bengkalis, Budaya11 Dilihat

Bengkalis (Riaunews.com) – Riak Sungai Batang Mandau bergemuruh diiringi sorak-sorai warga yang memadati tepian Desa Wisata Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Puluhan sampan berpacu membelah arus sungai dalam Festival Pacu Sampan Tepian Batang Mandau yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan masyarakat setempat, Rabu (19/8/2026).

Mengusung tema “Merdeka Mengayuh, Mandiri Bertumbuh”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Community Involvement and Development (CID) PHR Zona Rokan sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Festival ini juga menjadi upaya mengembangkan potensi Desa Wisata Balai Pungut melalui pelestarian budaya lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.

Balai Pungut memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari jalur kehidupan dan transportasi masyarakat di Kecamatan Pinggir. Kawasan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan mobilitas dan logistik pada masa awal perkembangan kegiatan hulu migas di Blok Rokan. Festival Pacu Sampan kemudian memadukan warisan sejarah, budaya Melayu, dan jejak industri migas yang berkembang di kawasan tersebut.

PHR Dorong Pelestarian Budaya dan Pariwisata

Corporate Secretary PHR Eviyanti Rofraida mengatakan dukungan perusahaan terhadap tradisi lokal merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PHR untuk tumbuh bersama masyarakat. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada keandalan operasi migas, tetapi juga berupaya menjaga kearifan lokal dan mendorong kemandirian ekonomi warga.

“Pertamina Hulu Rokan berkomitmen tidak hanya fokus pada keandalan operasi migas, tetapi juga hadir secara aktif menjaga kearifan lokal serta mendorong kemandirian ekonomi warga. Festival Pacu Sampan di Balai Pungut ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pemantik bangkitnya pariwisata berbasis sejarah dan budaya,” ujar Eviyanti.

Pada 2025, PHR telah mendampingi masyarakat dalam pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), perancangan Ripardes, peningkatan kapasitas pengelolaan wisata dan hospitality, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung Desa Wisata Balai Pungut.

Bupati Bengkalis Kasmarni yang membuka langsung festival tersebut mengapresiasi dukungan PHR terhadap pelestarian warisan budaya Melayu dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menilai Balai Pungut memiliki potensi besar dari sisi budaya, sejarah, maupun pariwisata.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat menyambut baik dan mengapresiasi komitmen PT Pertamina Hulu Rokan yang terus konsisten mendampingi masyarakat. Balai Pungut adalah daerah bersejarah, baik dari sisi kebudayaan Melayu maupun jejak sejarah migas kita,” kata Kasmarni.

Pacu Sampan Jadi Penggerak Ekonomi

Kasmarni mengatakan Festival Pacu Sampan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk merawat kearifan lokal sekaligus menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa.

“Sampan tidak akan melaju jika pengayuh bergerak sendiri. Namun, dengan kolaborasi, kekompakan, satu semangat, dan satu tujuan, kita bisa melangkah lebih jauh,” ungkapnya.

Ketua Pokdarwis Balai Pungut Erwin mengatakan masyarakat bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat mulai mengembangkan Sungai Mandau sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga mengangkat sejarah Balai Pungut. Menurutnya, pendampingan PHR sejak 2025 membantu meningkatkan kemampuan pengelolaan wisata di desa tersebut.

“Tujuan utama kami adalah menjadikan desa ini dikenal sebagai desa wisata yang lahir dari cerita sejarah Balai Pungut. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PHR atas ilmu, pelatihan, serta dukungan fasilitas untuk mendukung pariwisata ini,” ungkap Erwin.

Festival tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, jajaran pejabat Pemkab Bengkalis, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, BUMDes, serta masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan semakin memperkuat identitas Desa Wisata Balai Pungut sebagai destinasi berbasis sejarah dan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.