Gerakkan UMKM, UWM Yogyakarta Serahkan Alat Produksi dan Latih Warga Banyuraden Pemasaran Digital

Yogyakarta (Riaunews.com) – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Program Hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Kegiatan yang digelar Jumat (4/9) tersebut ditandai dengan serah terima bantuan alat produksi kepada mitra, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran digital.

Program PDB UWM yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kemampuan mitra dalam memasarkan produk secara mandiri melalui kanal digital.

Kegiatan tersebut diketuai Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., bersama Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P. dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta serta dosen UWM Dyah Titin Laswati, S.TP., M.P. dan Kristiana Sri Utami, S.E., M.M.

Bantuan Alat Produksi Dukung Efisiensi Usaha

Prof. Ambar mengatakan bantuan alat produksi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha mitra. Penyerahan sarana tersebut menjadi bagian dari rangkaian program untuk memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat.

“Bantuan alat produksi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi usaha mitra. Penyerahan alat tidak hanya diposisikan sebagai pemberian sarana produksi, tetapi menjadi bagian dari rangkaian intervensi program yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat,” kata Prof. Ambar.

Setelah serah terima bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran digital. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan konten promosi untuk produk masing-masing.

Peserta belajar menyusun materi promosi, mengambil gambar produk, membuat konten yang menarik, hingga menyesuaikannya dengan media digital yang digunakan untuk menjangkau konsumen. Selanjutnya, peserta mempraktikkan proses pembuatan dan publikasi konten secara langsung.

“Pelatihan ini kami arahkan agar peserta tidak hanya memahami pemasaran digital secara teori. Mereka langsung membuat konten dan mempraktikkannya untuk produk mereka sendiri. Harapannya, setelah kegiatan selesai, mereka sudah memiliki kemampuan yang dapat langsung digunakan untuk memasarkan produknya,” ujar Prof. Ambar.

Perkuat Produk Lokal dan Akses Pasar

Prof. Ambar menilai peningkatan sarana produksi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan pemasaran. Menurutnya, alat produksi dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha, sedangkan pemasaran digital membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Program PDB di Banyuraden secara konsisten diarahkan pada penguatan kapasitas mitra melalui kombinasi peningkatan teknologi produksi, pengembangan produk, penguatan kemasan dan branding, serta pemasaran digital. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat posisi kelompok usaha masyarakat di pasar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, program tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. UWM juga berupaya memastikan bantuan dan pelatihan dapat memberikan manfaat melalui pendampingan yang berkelanjutan.

“Keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan alat atau terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan mitra dalam mengoperasikan alat, meningkatkan proses produksi, menghasilkan produk yang lebih kompetitif, serta memasarkan produk secara mandiri melalui kanal digital,” pungkas Prof. Ambar.