Siak (Riaunews.com) – Mahasiswa Kukerta Berdampak Membangun Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program optimalisasi pelayanan publik di Desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.
Melalui penyediaan layanan informasi di Kantor Desa serta media saran dan kritik digital berbasis QR Code. Program tersebut bertujuan mendukung pemerintah desa dalam menghadirkan pelayanan yang lebih informatif, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan ialah pemasangan banner layanan informasi di Kantor Desa Sungai Tengah. Banner tersebut memuat berbagai jenis layanan administrasi desa, seperti pembuatan Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Tidak Mampu, Surat Pengantar KTP dan Kartu Keluarga, Surat Pengantar Nikah, Surat Keterangan Kelahiran, Surat Keterangan Kematian, legalisasi dokumen, serta layanan administrasi lainnya. Selain itu, banner juga dilengkapi informasi mengenai persyaratan dokumen untuk setiap jenis pelayanan sehingga masyarakat dapat mempersiapkan berkas sebelum datang ke kantor desa.
Tak hanya menyediakan informasi secara langsung, mahasiswa Kukerta UNRI juga menghadirkan layanan informasi berbasis digital. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, prosedur, maupun jadwal pelayanan melalui WhatsApp resmi dan email Kantor Desa Sungai Tengah. Layanan tersebut diharapkan memudahkan warga memperoleh informasi tanpa harus datang langsung ke kantor desa.
QR Code Jadi Sarana Evaluasi Pelayanan
Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam evaluasi pelayanan publik, mahasiswa Kukerta UNRI juga menyediakan media saran dan kritik digital berbasis QR Code yang ditempatkan di area pelayanan Kantor Desa Sungai Tengah. Setelah dipindai menggunakan telepon genggam, masyarakat akan diarahkan ke formulir digital untuk menyampaikan kritik, saran, maupun masukan terkait pelayanan yang diterima.
Masukan yang terkumpul diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Desa Sungai Tengah untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat, mengidentifikasi kendala dalam pelayanan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan. Mahasiswa Kukerta UNRI berharap layanan informasi dan kanal aspirasi digital tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendorong pelayanan publik yang lebih terbuka, transparan, mudah diakses, serta memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
