Inovasi Briket dari Limbah Pelepah Sawit oleh Mahasiswa Kukerta Unri 2026 di Desa Lubuk Kebun

Kuansing34 Dilihat

Teluk Kuantan (Riaunews.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif di Desa Lubuk Kebun, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/7/2026) ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah perkebunan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Inovasi tersebut dilaksanakan bersama pemerintah desa dan warga setempat selama pelaksanaan program Kukerta di Desa Lubuk Kebun,” kata Ketua Kelompok Kukerta Desa Lubuk Kebun Bernadus Zebua kepada Riaunews.com, Rabu (23/7/2026).

Melalui kolaborasi ini, lanjut Bernadus, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan potensi desa sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Mahasiswa Kukerta Unri melakukan presentasi tentang pembuatan briket pelepah kelapa sawit di hadapan warga Desa Lubuk Kebun. (Foto: istimewa)

Desa Lubuk Kebun dikenal sebagai salah satu wilayah dengan perkebunan kelapa sawit yang cukup luas sehingga menghasilkan pelepah sawit dalam jumlah melimpah.

Selama ini, limbah tersebut umumnya hanya ditumpuk di sekitar kebun atau dibiarkan terurai secara alami tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kukerta untuk mengembangkan pemanfaatan limbah menjadi produk yang lebih bernilai.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari potensi tersebut, mahasiswa memperkenalkan proses pembuatan briket berbahan dasar pelepah sawit.

Tahapannya meliputi pengumpulan pelepah kering, proses karbonisasi atau pengarangan, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan sebelum briket siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

“Selain memberikan pelatihan praktik, kami juga mengadakan sosialisasi mengenai manfaat briket, teknik pembuatannya, serta peluang pengembangan usaha berbasis limbah perkebunan,” lanjut Bernadus.

Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh wawasan baru tentang pemanfaatan pelepah sawit yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal, sekaligus memahami potensi ekonominya sebagai produk bernilai jual.

Briket pelepah kelapa sawit yang dibuat Mahasiswa Kukerta Unri di Desa Lubuk Kebun. (Foto: istimewa)

“Kami juga berharap pemanfaatan limbah pelepah sawit menjadi briket tidak berhenti setelah masa pengabdian (Kukerta) ini berakhir. Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu mengurangi limbah perkebunan, menyediakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, serta meningkatkan nilai ekonomi bagi Desa Lubuk Kebun,” tutup Bernadus.

Sementara itu, Kepala Dusun I Desa Lubuk Kebun Irwansyah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta UNRI 2026. Menurutnya, inovasi tersebut membuka peluang baru dalam mengolah limbah perkebunan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami melihat limbah pelepah kelapa sawit di Desa Lubuk Kebun jumlahnya sangat banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, kami berharap ada inovasi yang dapat mengolah limbah pelepah sawit menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa Kukerta dengan inovasi briket ini menjadi salah satu solusi yang sangat kami apresiasi,” ujar Irwansyah.***