UWM Gandeng Damkar DIY Gelar Pelatihan K3 untuk Perkuat Kesiapsiagaan Darurat di Kampus

Daerah, Pendidikan24 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Universitas Widya Mataram (UWM) bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai upaya mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan tanggap darurat. Kegiatan tersebut terdiri atas dua sesi penyampaian materi di kelas dan ditutup dengan praktik lapangan.

Rektor UWM, Prof. Edy, menegaskan pentingnya membangun budaya keselamatan di lingkungan kampus yang berlandaskan kesadaran setiap individu, bukan semata-mata karena kewajiban mematuhi peraturan. Menurutnya, upaya mitigasi bencana di lingkungan kampus harus menjadi komitmen bersama untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

“Kesadaran untuk keselamatan diri sendiri harus muncul bukan semata-mata karena tuntutan undang-undang. Mitigasi bencana pekerjaan di UWM dilakukan bukan karena sekadar mematuhi peraturan, melainkan murni dari kesadaran kita bersama untuk memitigasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana di lingkungan kampus,” ujar Prof. Edy.

Pada sesi materi pertama, perwakilan Damkar DIY, Junantoro, menjelaskan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga mencakup human rescue, animal rescue, street rescue, hingga jungle rescue. Ia juga menekankan bahwa budaya K3 yang baik didukung oleh kepemimpinan yang proaktif, kesadaran seluruh pekerja, sistem yang efektif, serta lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Peserta Praktik Gunakan APAR dan Hidran

Sesi berikutnya menghadirkan Staf Ahli Bidang Pencegahan Damkar DIY, Wisnu Subroto, S.AP., yang juga merupakan alumni UWM. Dalam kesempatan tersebut, Wisnu membekali peserta dengan materi teknis mengenai penggunaan hidran, mulai dari formasi regu pemadaman, tugas dan fungsi setiap personel, hingga tanda dan isyarat dalam proses pemadaman.

Pelatihan ditutup dengan praktik lapangan yang melibatkan simulasi penanganan kebakaran akibat kebocoran gas LPG dan ledakan kompor. Peserta mempraktikkan teknik pemadaman menggunakan metode tradisional, seperti karung goni basah, maupun Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Selain itu, peserta juga melakukan simulasi penggunaan hidran kampus, mulai dari penggelaran selang, pembentukan formasi regu, hingga penyemprotan air untuk memastikan kesiapan sarana dan sumber daya manusia UWM dalam menghadapi situasi darurat.