Abdul Wahid Jelaskan Makna Istilah “Matahari Satu” di Sidang Tipikor

Pekanbaru (Riaunews.com) – Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid memberikan penjelasan mengenai ucapannya yang menyebut istilah “matahari satu” saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/7/2026).

Di hadapan majelis hakim, Abdul Wahid mengakui pernah menyampaikan istilah tersebut. Namun, ia menegaskan ucapan itu bukan dimaksudkan sebagai ancaman maupun penegasan adanya satu komando dalam pemerintahan.

Menurut Abdul Wahid, istilah “matahari satu” muncul setelah dirinya menerima nasihat dari mantan Gubernur Riau, Syamsuar, saat bersilaturahmi ke kediamannya pada momen Lebaran.

“Benar, saya sampaikan itu. Karena saya dapat nasehat waktu Lebaran, saat itu saya berkunjung ke rumah Pak Syamsuar. Dia bilang, banyak rumor adanya istilah gubernur satu dan gubernur dua, ini tidak elok dalam pemerintahan. Oleh karena itu saya hanya ingin menegaskan tidak ada diksi itu lagi,” ujar Abdul Wahid di persidangan.

Bantah Pernah Ucapkan “Satu Komando”

Abdul Wahid juga membantah tudingan bahwa dirinya pernah mengucapkan istilah “satu komando” dalam pertemuan bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau.

Ia menegaskan frasa tersebut tidak pernah keluar dari ucapannya dan menyebut penyebutan istilah itu sebagai bentuk manipulasi.

“Kata satu komando, tidak ada. Tidak pernah saya ucapkan itu, ini adalah manipulasi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Wahid saat menanggapi keterangan sejumlah saksi yang sebelumnya menyebut adanya ucapan “matahari satu” dan “satu komando” dalam pertemuan bersama jajaran Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.

Hingga berita ini ditulis, persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa masih berlangsung.