Karhutla Rupat Belum Padam, Tim Manggala Agni Tambahan dari Jambi Dikerahkan

Bengkalis (Riaunews.com) – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, terus dilakukan. Tim gabungan masih berupaya mengendalikan api yang hingga Kamis (4/6/2026) masih terpantau aktif di sejumlah titik.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan penanganan difokuskan pada penyekatan api untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain. Kegiatan tersebut didukung penggunaan alat berat dan melibatkan berbagai unsur di lapangan.

“Api aktif masih ada di lokasi kebakaran Tanjung Kapal, Rupat. Saat ini proses penyekatan terus dilakukan dengan bantuan alat berat. Penanganan berjalan baik berkat kerja sama antara Manggala Agni, Kepolisian, TNI, BPBD, dan pihak perusahaan,” kata Ferdian.

Untuk memperkuat operasi pemadaman, Manggala Agni akan menambah tiga tim personel mulai Jumat (5/6/2026). Tim tambahan tersebut berasal dari Daops Siak, Daops Kota Jambi, dan Daops Muara Tebo, Jambi.

Selain penambahan personel, alat berat juga dikerahkan untuk membuat embung atau tampungan air di sekitar lokasi kebakaran. Embung dibangun secara bertahap dengan jarak sekitar 50 meter guna memastikan ketersediaan sumber air bagi petugas pemadam di lapangan.

Menurut Ferdian, keberadaan embung akan memudahkan tim darat menjangkau titik api dan melakukan pemadaman secara lebih efektif.

Didukung Water Bombing

Operasi pemadaman juga mendapat dukungan dari udara melalui pengerahan helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Helikopter tersebut melakukan penyiraman air ke area yang sulit dijangkau petugas darat untuk menekan intensitas kebakaran.

“Helikopter water bombing BNPB juga turut membantu proses pemadaman hari ini,” ujarnya.

Hingga kini, petugas gabungan masih melaksanakan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan di lokasi kebakaran. Kolaborasi lintas instansi diharapkan dapat mempercepat pengendalian karhutla sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.