Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat upaya penanganan banjir dengan melakukan normalisasi drainase dan anak sungai di sejumlah wilayah rawan genangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko banjir saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kota.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pihaknya telah membentuk tim Operasi dan Pemeliharaan (OP) di setiap kecamatan. Masing-masing kecamatan kini diperkuat 10 petugas OP yang dilengkapi peralatan serta kendaraan operasional guna mendukung penanganan drainase secara lebih cepat dan efektif.
“Bahkan di kecamatan-kecamatan tertentu, jika banyak genangan air dan membutuhkan alat berat, kita akan melakukan pengadaan alat berat dan kita letakkan di kantor kecamatan tersebut,” kata Agung, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, keberadaan alat berat akan membantu petugas dalam melakukan pengerukan drainase berukuran besar maupun pembersihan aliran anak sungai yang menjadi penyebab terjadinya penyumbatan dan banjir.
Agung menegaskan kewenangan penanganan drainase kini diperkuat hingga tingkat kecamatan. Dengan dukungan personel dan sarana yang telah disiapkan, pihaknya berharap tidak ada lagi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Target Bersihkan 200 Meter Drainase per Hari
Wali Kota menjelaskan setiap petugas OP ditargetkan membersihkan sepanjang 20 meter drainase setiap hari. Dengan jumlah 10 petugas di setiap kecamatan, maka total drainase yang harus dibersihkan mencapai 200 meter per hari per kecamatan.
“Satu harinya, satu orang wajib membersihkan 20 meter. Kalau dikali 10 orang, maka per kecamatan harus membersihkan 200 meter drainase setiap hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelimpahan kewenangan kepada kecamatan dilakukan agar penanganan persoalan banjir dapat berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu bantuan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat kota. Pemko berharap langkah tersebut dapat mempercepat perbaikan sistem drainase sekaligus mengurangi titik-titik genangan yang selama ini kerap muncul saat musim hujan.
