Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 67 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau pada Kamis (4/6/2026). Dari jumlah tersebut, empat titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi (confidence level tinggi), sementara 63 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan sedang.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, mengatakan sebaran hotspot di Riau masih didominasi wilayah yang selama ini rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total hotspot di Provinsi Riau terpantau sebanyak 67 titik. Sebanyak 4 titik berada pada confidence level tinggi dan 63 titik lainnya berada pada confidence level sedang,” ujar Putri Santy.
Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 30 titik. Disusul Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 24 titik dan Kabupaten Rokan Hulu enam titik.
Selain itu, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi masing-masing dua titik. Sementara Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai masing-masing terpantau satu titik panas.
Secara regional, BMKG mencatat jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 207 titik. Riau menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, disusul Aceh dengan 66 titik. Hotspot juga terpantau di Sumatera Selatan sebanyak 27 titik, Sumatera Utara 16 titik, Lampung 12 titik, Sumatera Barat 11 titik, Bengkulu empat titik, Bangka Belitung tiga titik, dan Jambi satu titik.
Tingginya jumlah hotspot di Bengkalis dan Rokan Hilir menjadi perhatian karena kedua wilayah tersebut merupakan daerah yang kerap mengalami karhutla saat musim kemarau. BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.
