BMKG Deteksi 35 Titik Panas di Riau, Rokan Hilir Terbanyak

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 35 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Senin (1/6/2026).

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawadah, mengatakan jumlah titik panas tersebut masih menjadi perhatian karena tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

“Dari total 647 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera, sebanyak 35 titik berada di wilayah Riau,” kata Yudhistira, Senin pagi.

Berdasarkan sebarannya, Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 24 titik. Selanjutnya Kabupaten Rokan Hulu dan Pelalawan masing-masing tiga titik, Kabupaten Bengkalis dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Indragiri Hulu, Siak, dan Kota Dumai.

Yudhistira menjelaskan seluruh hotspot yang terdeteksi di Riau berada pada tingkat kepercayaan atau confidence level sedang.

“Seluruh titik panas yang terdeteksi di Riau berada pada tingkat kepercayaan sedang,” ujarnya.

Riau Urutan Keenam di Sumatera

Secara regional, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Pulau Sumatera dengan 174 titik. Disusul Sumatera Selatan sebanyak 166 titik, Bangka Belitung 106 titik, Sumatera Barat 64 titik, Bengkulu 56 titik, dan Riau 35 titik.

Sementara itu, Provinsi Jambi tercatat memiliki 21 hotspot, Lampung 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Kepulauan Riau dua titik.

BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan titik panas sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menjelang periode cuaca yang cenderung lebih kering di sejumlah wilayah.

Masyarakat Diminta Waspada Karhutla

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.

Meski demikian, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah di Riau masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Kendati demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, terutama di daerah dengan konsentrasi hotspot yang cukup tinggi seperti Kabupaten Rokan Hilir.