Bengkalis (Riaunews.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Riau menanggapi polemik antrean di Pelabuhan RoRo Dumai-Rupat yang sempat viral di media sosial. Kepala Dishub Riau, Andi Yanto, menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahpahaman terkait penerapan sistem pemesanan tiket secara daring (booking).
Menurut Andi, penumpang yang terlihat datang lebih siang namun bisa lebih dahulu masuk ke kapal sebenarnya telah melakukan pemesanan tiket sebelum keberangkatan sesuai jadwal yang tersedia.
“Ini hanya salah paham. Ada masyarakat yang belum memahami sistem booking tiket. Dia datang pagi dengan harapan bisa berangkat lebih cepat, tetapi tiket pada jadwal tersebut sudah lebih dulu dibooking oleh penumpang lain,” kata Andi Yanto, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, sistem pemesanan tiket diterapkan untuk mengatur arus kendaraan dan penumpang sehingga antrean di pelabuhan dapat lebih terkendali. Penumpang yang telah memperoleh tiket melalui sistem booking cukup datang minimal satu jam sebelum jadwal keberangkatan.
“Dengan sistem ini, yang mengantre adalah mereka yang sudah memiliki tiket. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan dan antrean panjang di pelabuhan,” ujarnya.
Masyarakat Diimbau Manfaatkan Booking Online
Dishub Riau juga mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan penyeberangan Dumai-Rupat memanfaatkan fasilitas pemesanan tiket secara daring agar perjalanan lebih terencana dan tidak perlu menunggu terlalu lama di pelabuhan.
Untuk keberangkatan dari Dumai, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui layanan WhatsApp. Sementara pengguna jasa dari Rupat juga dapat melakukan booking melalui nomor layanan yang telah disediakan pengelola.
Selain itu, Andi mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk menjaga kondisi kesehatan dan membawa perbekalan yang cukup selama masa libur dan peningkatan mobilitas penumpang.
Sebelumnya, Pelabuhan RoRo Dumai-Rupat menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan keluhan seorang pengguna jasa yang mengaku telah mengantre sejak pagi, namun belum mendapat giliran naik kapal hingga siang hari. Dalam video tersebut, petugas menjelaskan bahwa kendaraan yang masuk lebih dahulu merupakan penumpang yang telah melakukan pemesanan tiket melalui sistem booking sebelum tiba di pelabuhan.
