Pekanbaru (Riaunews.com) – Fakta menarik terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Abdul Wahid di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (3/6/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang hadir sebagai saksi mengaku tidak pernah diberikan tugas maupun dilibatkan dalam berbagai proses pemerintahan selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau.
Pernyataan tersebut disampaikan SF Hariyanto saat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terkait hubungan kerja dan koordinasi pemerintahan selama dirinya mendampingi Abdul Wahid. Di hadapan majelis hakim, ia menyebut tidak pernah menerima penugasan apa pun dari atasannya saat itu.
Meski demikian, SF mengaku tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Menurutnya, pengalaman selama empat tahun menjabat sebagai Sekretaris Daerah Riau dan pernah menjadi Penjabat Gubernur membuatnya memahami dinamika pemerintahan. “Kalau saya tidak diberikan tugas, saya diam saja. Karena saya sudah pernah merasakan empat tahun jadi Sekda dan pernah jadi Pj Gubernur. Ya tak dikasih kerja ya istirahat,” ujarnya.
Saat didalami jaksa mengenai alasan dirinya tidak pernah dilibatkan, SF mengatakan tidak pernah mempertanyakan hal tersebut kepada Abdul Wahid. Ia juga mengungkapkan bahwa selama menjabat wakil gubernur, dirinya tidak pernah diajak berdiskusi maupun dilibatkan dalam proses administrasi pemerintahan.
“Dalam surat menyurat saya tidak pernah disuruh paraf, tidak pernah disuruh baca, dan tidak pernah diajak diskusi terkait surat-surat pemerintahan,” ungkap SF. Ia menambahkan bahwa dirinya juga tidak pernah dilibatkan dalam rapat maupun pembahasan yang berkaitan dengan penganggaran daerah.
Kesaksian SF Hariyanto menjadi perhatian dalam persidangan karena dinilai memberikan gambaran mengenai pola koordinasi pemerintahan dan mekanisme pengambilan keputusan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau pada masa kepemimpinan Abdul Wahid. Sebelumnya, SF juga mengaku pernah menyampaikan harapan agar tetap dilibatkan dalam menjalankan roda pemerintahan. “Kita sama-sama berjuang. Saya sudah bilang jangan tinggalkan saya, tetap saja saya ditinggal,” katanya.
