Banyak masyarakat heran mengapa hujan masih kerap turun, meski kalender sudah memasuki musim kemarau. Fenomena ini ternyata berkaitan dengan masa peralihan musim yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia.
Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, April 2026 masih berada pada fase transisi. Saat ini, baru sekitar 7,8 persen wilayah Indonesia yang benar-benar memasuki musim kemarau. Sementara itu, sekitar 76 persen wilayah masih mengalami musim hujan, dan sisanya berada di masa peralihan.
Mayoritas Wilayah Masih Diguyur Hujan
Dari total 699 zona musim di Indonesia, sebanyak 531 wilayah masih berada dalam periode hujan. Hanya 55 wilayah yang sudah masuk musim kemarau, sedangkan 113 wilayah lainnya memiliki pola musim yang berbeda.
Kondisi ini membuat hujan masih sering terjadi, terutama di daerah yang belum sepenuhnya memasuki musim kemarau.
Pengaruh Angin Monsun Australia
BMKG menjelaskan, musim kemarau di Indonesia sangat dipengaruhi oleh angin monsun dari Australia yang bergerak dari selatan ke utara. Pergerakan angin ini menyebabkan kemarau tidak datang secara bersamaan di seluruh wilayah.
Perkiraan awal musim kemarau pun terjadi bertahap:
- April–Mei: Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah
- Juni: Sebagian besar Sumatera
- Juli: Sebagian Kalimantan dan Sulawesi
Kemarau Bukan Berarti Tanpa Hujan
BMKG menegaskan, musim kemarau bukan berarti hujan berhenti total. Secara teknis, suatu wilayah dikatakan memasuki kemarau jika curah hujan kurang dari 50 mm dalam 10 hari dan berlangsung selama tiga periode berturut-turut.
Artinya, hujan ringan hingga sedang masih bisa terjadi, terutama saat masa transisi seperti sekarang.
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering
Meski masih sering hujan, BMKG memperkirakan kemarau 2026 akan cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Namun demikian, kondisi ini tidak termasuk kategori kemarau ekstrem dalam 30 tahun terakhir.
Dengan situasi ini, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, sekaligus mulai bersiap menghadapi periode kemarau yang akan datang.







Komentar