BPJN Lanjutkan Peninggian Jalintim Pelalawan, Lalu Lintas Diberlakukan Buka Tutup

Pelalawan55 Dilihat

Pelalawan (Riaunews.com) – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau kembali melanjutkan proyek penimbunan dan peninggian Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Kabupaten Pelalawan. Pekerjaan difokuskan pada ruas kilometer (KM) 76 yang kerap terdampak banjir saat musim hujan.

Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, mengatakan perbaikan yang dilakukan meliputi peninggian badan jalan serta pemasangan gorong-gorong untuk mengurangi genangan air di lokasi tersebut.

“Saat ini masih dilakukan pekerjaan perbaikan di ruas Jalan Lintas Timur berupa peninggian badan jalan dan pemasangan gorong-gorong,” ujarnya.

Terapkan Sistem Buka Tutup

Selama proses pengerjaan berlangsung, BPJN Riau telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polda Riau, serta Polres setempat untuk menerapkan sistem buka tutup jalan.

Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, mengatakan rekayasa lalu lintas ini telah diberlakukan sejak dua pekan terakhir guna mengantisipasi kemacetan panjang.

“Sistem buka tutup Jalintim KM 76 sudah kita berlakukan dengan menempatkan petugas di lokasi agar arus lalu lintas tetap lancar,” jelasnya.

Pengalihan Kendaraan Berat

Dalam pengaturan tersebut, kendaraan dari arah Sorek menuju Pangkalan Kerinci akan dihentikan sementara saat sistem satu jalur diberlakukan, begitu juga sebaliknya sesuai arahan petugas.

Sementara itu, kendaraan roda enam ke atas dari arah Sorek menuju Pekanbaru dialihkan melalui Jalan Lingkar Timur Pangkalan Kerinci menuju Simpang Empat Lampu Merah RAPP, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur alternatif yang telah ditentukan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan tidak memotong jalur demi menghindari kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus mengurangi potensi banjir yang selama ini mengganggu kelancaran transportasi di Jalintim Pelalawan.

Komentar