Dapat Tambahan 4 Unit, Pemerintah Perkuat Armada Udara untuk Tangani Karhutla di Riau

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dengan memperkuat armada udara. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat deteksi dini sekaligus pemadaman titik api, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Saat ini, sebanyak lima unit helikopter disiagakan untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla. Dua unit difokuskan untuk water bombing atau pemadaman dari udara, sementara tiga unit lainnya digunakan untuk patroli guna memantau perkembangan titik panas secara real time.

Dukungan OMC dan Patroli Udara

Selain helikopter, pemerintah juga mengerahkan dua unit pesawat jenis Cassa untuk operasi modifikasi cuaca (OMC). Upaya ini dilakukan untuk menciptakan hujan buatan di wilayah rawan karhutla sebagai langkah antisipatif agar kebakaran tidak meluas.

Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, menyebut kekuatan udara menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla di tengah kondisi cuaca yang menantang. “Dengan dukungan armada udara saat ini, kita dapat melakukan pemantauan dan penanganan secara lebih cepat dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, patroli udara yang dilakukan secara rutin memungkinkan tim di lapangan segera merespons setiap indikasi titik api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Tambahan Helikopter dari BNPB

Sebagai bagian dari penguatan, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan tambahan satu unit helikopter water bombing jenis MI-8 yang tiba di Pekanbaru pada Selasa (7/4/2026). Helikopter tersebut langsung dioperasikan untuk mendukung pemadaman di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Dengan dukungan armada udara yang semakin lengkap serta koordinasi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis penanganan karhutla di Riau dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan terkendali.