BMKG: Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Kamis (23/7/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada siang hingga sore serta malam hingga dini hari.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengatakan pada pagi hari kondisi cuaca di Riau didominasi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang telah mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, serta Kota Pekanbaru.

Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai. Sementara pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi turun di wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Bengkalis, serta Kota Dumai.

Riau Masih Terdeteksi Sembilan Titik Panas

Bella menjelaskan suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.

Di sisi lain, BMKG mencatat terdapat 124 titik panas di Pulau Sumatera, dengan sembilan titik berada di Provinsi Riau. Sebaran hotspot tersebut meliputi Kabupaten Siak sebanyak tiga titik, Bengkalis dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Indragiri Hilir, Kampar, Pelalawan, dan Rokan Hulu.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun menggunakan transportasi darat dan laut. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang masih terdeteksi memiliki titik panas.