Syawalan UWM Yogyakarta Perkuat Silaturahmi dan Nilai Saling Memaafkan

Daerah90 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Universitas Widya Mataram Yogyakarta menggelar kegiatan Syawalan dan Halalbihalal yang diikuti dosen serta tenaga kependidikan, Rabu (1/4/2026), di Kampus Terpadu Banyuraden, Gamping, Sleman. Kegiatan ini turut dihadiri pengurus yayasan, alumni, hingga perangkat desa setempat.

Rektor UWM, Edy Suandi Hamid, menegaskan bahwa Syawalan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum memperkuat kebersamaan dan silaturahmi.

“Silaturahmi tidak hanya terbatas pada sesama Muslim, tetapi juga mencakup hubungan antarsesama manusia secara luas,” ujarnya.

Syawalan sebagai Tradisi Positif

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Yayasan Mataram Yogyakarta, Mahfud MD, menyampaikan tausiah tentang makna Syawalan dalam perspektif Islam dan budaya Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Syawalan tidak diatur secara formal dalam ajaran Islam, namun berkembang sebagai tradisi positif di masyarakat.

“Tradisi yang baik akan bernilai kebaikan, sementara yang buruk akan bernilai sebaliknya,” jelasnya.

Pentingnya Saling Memaafkan

Mahfud juga menekankan pentingnya sikap saling memaafkan dalam kehidupan sosial. Ia mengingatkan bahwa seseorang yang memiliki banyak amal ibadah bisa kehilangan pahalanya jika masih memiliki kesalahan terhadap orang lain yang belum dimaafkan.

Ia menyebut konsep “manusia bangkrut”, yakni individu yang secara ibadah baik, namun masih menyimpan kesalahan sosial yang belum terselesaikan.

Menurutnya, momentum Idulfitri dan Syawalan menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk kembali kepada kesucian dengan saling memaafkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan sosial serta menumbuhkan budaya saling menghargai dan memaafkan di lingkungan kampus.

Komentar