Siak (Riaunews.com) – Bupati Siak, Afni Zulkifli memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Tengku Rafian tetap berjalan normal di tengah isu ancaman mogok dokter spesialis. Ia menegaskan masyarakat tetap akan mendapatkan layanan kesehatan seperti biasa.
“Yang jelas, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Gaji pokok tetap dibayarkan, THR aman, dan jasa pelayanan juga tetap diberikan,” ujar Afni, Rabu (18/3/2026).
Afni menjelaskan, penyesuaian hanya dilakukan pada komponen Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), termasuk bagi dokter spesialis. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan fiskal yang dialami Pemerintah Kabupaten Siak.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini mengalami penurunan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Keuangan daerah kita dipotong hingga setengah triliun rupiah dari pusat. Sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, TPP memang harus diefisiensikan,” jelasnya.
Ia menegaskan kebijakan penyesuaian tersebut tidak hanya berlaku bagi dokter spesialis, tetapi juga bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Siak.
“Ini bukan hanya dokter, semua ASN merasakan penyesuaian. TPP tetap dibayarkan, namun disesuaikan menjadi 50 persen,” katanya.
Penyesuaian Insentif Dokter Spesialis
Sebelumnya, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyebutkan insentif dokter spesialis di daerah tersebut sempat mengalami kenaikan dari Rp20 juta menjadi Rp30 juta per bulan hingga 2023. Kenaikan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan beban kerja serta kelangkaan tenaga spesialis.
Namun, kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit serta penurunan dana transfer membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran.
Afni menegaskan bahwa TPP bukan merupakan kewajiban yang diatur dalam undang-undang, melainkan insentif berbasis kinerja yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Di sisi lain, ia mengingatkan tenaga medis tetap memiliki kewajiban memberikan pelayanan sesuai standar profesi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“Penghentian pelayanan yang berdampak pada masyarakat tentu tidak dibenarkan. Kita berharap semua pihak bisa memahami kondisi ini,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Siak berharap seluruh tenaga medis tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi keuangan daerah yang menantang.
“Kita ingin semua tetap bersama masyarakat dalam kondisi sulit ini. Yang penting pelayanan tidak terganggu,” tutup Afni.






Komentar