Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau mencapai 46 titik berdasarkan pemantauan satelit hingga Senin (16/3/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari total 117 titik panas yang terdeteksi di wilayah Pulau Sumatera.
“Dari total 117 titik panas di Sumatera, paling banyak terpantau di Riau sebanyak 46 titik, kemudian Aceh 34 titik, Sumatera Utara 12 titik, Kepulauan Riau 10 titik, dan Sumatera Barat 7 titik,” kata Gita Dewi.
Di wilayah Riau, sebaran hotspot paling banyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 20 titik dan Kabupaten Bengkalis sebanyak 18 titik.
Selain itu, titik panas juga terpantau di Kabupaten Kampar 2 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik, Kabupaten Rokan Hilir 2 titik, Kabupaten Rokan Hulu 1 titik, serta Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik.
BMKG menjelaskan dari total 46 hotspot yang terdeteksi di Riau, sebanyak 44 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan dua titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan rendah.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang.
BMKG Pekanbaru juga mengimbau pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah pencegahan dini guna menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.







Komentar