Rokan Hilir (Riaunews.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menyebabkan kabut asap pekat menyelimuti jalan lintas Riau–Sumatera Utara pada Sabtu (14/3/2026). Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di wilayah tersebut sempat terganggu.
Kabut asap terlihat menutupi ruas jalan di Desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, sehingga jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas.
Akibat pekatnya asap, arus kendaraan di jalur utama tersebut sempat melambat bahkan nyaris lumpuh. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare, terdiri dari perkebunan kelapa sawit milik warga serta lahan gambut kosong.
Salah seorang pemudik, Ari Nadem (38), yang sedang dalam perjalanan dari Pekanbaru menuju Medan, mengatakan kabut asap sangat pekat hingga menutupi jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer.
“Asap karhutla pekat sekali di jalan, sangat mengganggu. Jarak pandang hanya sekitar 10 meter. Saya harus menghidupkan lampu hazard mobil untuk mencegah kecelakaan,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Menurutnya, titik api terlihat tidak jauh dari badan jalan. Kepulan asap tebal yang terbawa angin mengarah langsung ke jalur lintas sehingga mengganggu perjalanan kendaraan yang melintas.
Ari berharap pemerintah dapat segera menangani kebakaran tersebut karena jalur tersebut merupakan akses utama pemudik menuju Sumatera Utara.
“Ya, harus cepat ditangani pemerintah, karena akan berisiko bagi keselamatan pengendara. Orang banyak mudik lewat sini. Lalu, truk-truk CPO juga semestinya dilarang melintas menjelang Idulfitri. Tadi saya melihat masih ramai di jalan,” tambahnya.
Tim Gabungan Lakukan Pemadaman dan Pendinginan Lahan Terbakar
Kapolsek Tanah Putih, Yudi Indranaldi, membenarkan adanya kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap di kawasan tersebut.
“Kemarin yang parah asapnya di jalan, kalau pagi ini sudah mulai normal lagi,” kata Yudi.
Ia menjelaskan, saat ini tim gabungan dari Polri dan TNI masih berada di lokasi untuk melakukan proses pemadaman serta pendinginan lahan yang terbakar.
Menurut Yudi, lahan yang terbakar merupakan perkebunan kelapa sawit di lahan gambut milik warga.
Selain di Kabupaten Rokan Hilir, sejumlah wilayah lain di Provinsi Riau juga dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan, di antaranya Dumai, Pelalawan, Siak, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Kampar.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait saat ini terus berupaya melakukan pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat dan arus transportasi.







Komentar