Pekanbaru (Riaunews.com) – Kebutuhan beras di Provinsi Riau mencapai 436 ribu ton per tahun seiring jumlah penduduk yang kini sekitar 6,7 juta jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan produksi beras lokal masih belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat secara menyeluruh.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, produksi beras Riau saat ini baru mampu memenuhi sekitar 27 persen dari total kebutuhan. Meski demikian, dalam dua tahun terakhir produksi padi di Riau terus mengalami peningkatan signifikan.
Data mencatat produksi padi Riau tumbuh 12,7 persen, dari 205.973 ton menjadi 232.071 ton. Sementara itu, produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2025 juga meningkat 4,51 persen atau mencapai 133,19 ribu ton.
Syahrial menyebutkan, kondisi tersebut menjadi dasar Pemerintah Provinsi Riau untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pembangunan pangan yang terarah hingga 2029. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemprov Riau memfokuskan kebijakan pada peningkatan ketersediaan dan produksi pangan daerah, khususnya komoditas strategis seperti padi dan jagung. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pengurangan ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah seiring peningkatan kapasitas produksi lokal.
Selain peningkatan produksi, Pemprov Riau juga mendorong optimalisasi dan perlindungan lahan pertanian melalui peningkatan indeks pertanaman dan pengendalian alih fungsi lahan. Pemerintah turut memperkuat kapasitas dan kesejahteraan petani, termasuk mendorong regenerasi petani dengan melibatkan petani milenial.







Komentar