Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota DPRD Riau Muhtarom meminta pemerintah daerah terkait melakukan pengecekan ulang terhadap struktur bangunan wisata Tangsi Belanda di Kabupaten Siak. Permintaan ini menyusul ambruknya lantai bangunan tersebut pada Sabtu (31/1/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Siak–Pelalawan itu mengatakan, peristiwa ambruknya bangunan bersejarah tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih berhati-hati dalam menangani proyek bangunan berbahan kayu.
Muhtarom menilai, dinas teknis terkait seharusnya melakukan pengawasan dan pengendalian secara ketat terhadap pembangunan maupun perawatan bangunan tersebut. Ia menyoroti dugaan pengerjaan proyek yang tidak sesuai dengan standar teknis yang seharusnya diterapkan.
Selain pengawasan, ia menekankan pentingnya pemilihan material yang tepat agar bangunan kayu memiliki daya tahan yang kuat. Menurutnya, jenis kayu yang digunakan harus memenuhi standar kekuatan tertentu dan hal tersebut perlu dikaji oleh pihak berwenang.
Ia menyebutkan, dengan pengawasan yang optimal, insiden yang menimpa siswa dan guru saat kejadian tersebut seharusnya dapat dihindari. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, meski risiko yang ditimbulkan cukup besar mengingat ketinggian bangunan sekitar empat meter.
Muhtarom juga meminta agar pemerintah daerah tidak hanya meneliti bagian bangunan yang runtuh, tetapi turut memeriksa bangunan lain yang berbahan kayu, termasuk bangunan tua dan ikon wisata seperti Istana Siak dan Balai Kerapatan. Ia menegaskan, pengecekan menyeluruh perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan mencegah terjadinya korban di kemudian hari.







Komentar