Pekanbaru (Riaunews.com) – Samsung mengumumkan akan menghadirkan fitur layar anti-spy pada ponsel terbarunya, Galaxy S26 Ultra, guna melindungi privasi pengguna saat menggunakan ponsel di ruang publik. Fitur ini memungkinkan layar sulit terlihat dari sudut samping, sehingga pengguna tetap aman saat membaca pesan atau memasukkan kata sandi di tempat umum.
Teknologi layar anti-spy tersebut diklaim tertanam langsung pada panel layar dan dapat diatur secara fleksibel. Pengguna bisa mengaktifkannya hanya untuk aplikasi tertentu atau saat memasukkan data sensitif, bahkan membatasi perlindungan hanya pada bagian layar tertentu seperti notifikasi.
Samsung menyebut pendekatan ini lebih praktis dibanding pelindung layar privasi fisik yang umumnya hanya memiliki mode aktif dan nonaktif. Teknologi ini telah dikembangkan selama lebih dari lima tahun melalui proses perancangan dan pengujian intensif, dengan detail lengkap yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Selain fitur privasi, Galaxy S26 Ultra dirumorkan mengusung panel OLED M14 berukuran 6,89 inci dengan tingkat kecerahan lebih tinggi serta perlindungan kaca yang lebih kuat. Ponsel ini juga disebut akan menggunakan panel layar 10-bit, meningkat dari panel 8-bit pada generasi sebelumnya.
Peningkatan tersebut memungkinkan reproduksi warna yang lebih kaya dan gradasi lebih halus, dengan kemampuan menampilkan lebih dari satu miliar warna. Langkah ini dinilai membuat Galaxy S26 Ultra lebih kompetitif di segmen flagship, menyusul sejumlah merek pesaing yang telah lebih dulu mengadopsi layar 10-bit.
Galaxy S26 Ultra dirumorkan akan diperkenalkan secara global bulan depan, dengan penjualan dimulai akhir Februari atau awal Maret. Ponsel ini juga disebut bakal ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, disertai peningkatan kamera serta sejumlah pembaruan minor lainnya.







Komentar