Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mengupayakan penambahan unit armada pemadam kebakaran pada tahun ini guna memenuhi kebutuhan operasional di wilayah perkotaan. Saat ini, jumlah armada damkar yang tersedia dinilai belum ideal untuk melayani Kota Pekanbaru sebagai kota besar.
Idealnya, Kota Pekanbaru memiliki sekitar 35 unit armada pemadam kebakaran. Namun, hingga kini DPKP baru mengoperasikan 26 unit damkar, dengan kondisi armada yang beragam sehingga tidak seluruhnya dapat digunakan secara bersamaan.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, menegaskan kota dengan banyak gedung perkantoran dan hotel bertingkat seharusnya dilengkapi unit damkar bertangga yang memadai. “Selain mobil tangga, kita juga harus memiliki mobil penyuplai air, sehingga tidak harus unit damkar bolak-balik ke sumber air,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Zarman menjelaskan, keterbatasan armada juga diperparah dengan belum meratanya pos pemadam kebakaran di seluruh kecamatan. Dari total 15 kecamatan di Kota Pekanbaru, baru 10 kecamatan yang memiliki posko damkar, sehingga masih ada lima kecamatan yang belum terjangkau secara optimal.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, DPKP berupaya menambah setidaknya satu unit armada damkar guna membantu proses pemadaman di seluruh wilayah kota. Saat ini, proses penanganan kebakaran didukung 26 unit damkar dan dua unit armada rescue.
Selain armada, DPKP juga menghadapi kekurangan personel. Idealnya, satu unit damkar dioperasikan minimal enam personel, sehingga kebutuhan untuk 35 unit mencapai 210 orang. Saat ini DPKP memiliki sekitar 295 personel termasuk staf administrasi. “Melihat kondisi sekarang, kami optimalkan jumlah personel yang ada,” pungkas Zarman.







Komentar