BMKG Catat 47 Hotspot di Riau, Indragiri Hilir Mendominasi

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 47 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Provinsi Riau pada Kamis (29/1/2025) pagi. Kemunculan hotspot ini menandakan potensi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti, menyampaikan secara keseluruhan jumlah hotspot di wilayah Sumatera mencapai 276 titik. Sebaran terbanyak berada di Provinsi Aceh dengan 146 titik, disusul Riau 47 titik, Sumatera Utara 38 titik, Kepulauan Riau 13 titik, Jambi 12 titik, Bangka Belitung 9 titik, Bengkulu 7 titik, dan Sumatera Selatan 4 titik.

Di Provinsi Riau, hotspot terdeteksi di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 25 titik panas yang terpantau dari pemantauan satelit BMKG.

Selain Indragiri Hilir, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 12 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, serta masing-masing 1 titik di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Siak. Sementara itu, di wilayah perkotaan, Kota Dumai terpantau memiliki 4 titik panas.

BMKG juga mencatat satu titik panas di wilayah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, berada pada tingkat kepercayaan tinggi. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi berkembang menjadi kejadian kebakaran apabila tidak ditangani sejak dini.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Meski hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah Riau, potensi karhutla tetap perlu diantisipasi karena sebagian daerah masih tergolong rawan.

Komentar