Pekanbaru (Riaunews.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau membentuk Satuan Tugas (Satgas) Darurat Pembangunan Jembatan guna mendukung program nasional pembangunan ribuan jembatan, khususnya di wilayah terpencil. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI yang diimplementasikan Kapolri hingga ke jajaran Polda Riau.
Wakil Kepala Polda Riau Brigjen Pol Hengky Haryadi mengatakan, satgas tersebut bertugas melakukan verifikasi dan asesmen langsung ke lapangan bersama masyarakat. Pembangunan jembatan dilakukan dengan pendekatan bottom up agar sesuai kebutuhan riil warga.
Menurut Hengky, keberadaan jembatan di Riau sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Terputusnya jembatan berdampak langsung pada pendidikan, ekonomi, hingga aktivitas sosial dan keagamaan warga.
Ia mencontohkan kondisi di Dusun Mulut Ikan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, di mana anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai dengan risiko kemunculan buaya akibat jembatan rusak. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan dan masa depan generasi muda.
Berdasarkan hasil asesmen, Polda Riau akan membangun dan merenovasi total 26 jembatan dengan panjang keseluruhan sekitar 700 meter. Rinciannya, 17 jembatan dibangun baru karena rusak berat dan sembilan jembatan lainnya direnovasi agar kembali layak digunakan.
Hengky menambahkan, satu jembatan telah selesai dibangun dan dimanfaatkan masyarakat, sementara 250 personel Satgas Darurat Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi akan segera diterjunkan. Pembangunan bersifat kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak dan didanai melalui CSR, dengan target penyelesaian sekitar satu bulan.







Komentar