Pekanbaru (Riaunews.com) – Laga sarat drama tersaji saat PSPS Pekanbaru menjamu Adhyaksa FC Banten pada pekan ke-17 Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025–2026. Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Jumat (23/1/2026) malam, tim tuan rumah harus puas berbagi poin setelah pertandingan berakhir imbang 1-1.
Sejak peluit awal dibunyikan, Adhyaksa FC yang berada di papan atas klasemen tampil dominan dengan penguasaan bola lebih baik. Meski demikian, dukungan penuh suporter membuat PSPS tampil efektif dan mampu mengimbangi permainan tim tamu.
PSPS bahkan unggul lebih dulu saat laga baru berjalan 11 menit. Wonderkid Askar Bertuah, Asir Asiz, sukses memanfaatkan umpan matang di depan mulut gawang untuk menaklukkan kiper Adhyaksa FC dan membawa PSPS memimpin 1-0, sekaligus menggetarkan Stadion Rumbai.
PSPS sempat berpeluang memperlebar keunggulan setelah wasit menunjuk titik putih menyusul jatuhnya Vieri Donny di kotak penalti. Namun, keputusan tersebut dianulir usai wasit meninjau tayangan VAR dan menilai Vieri melakukan diving, sehingga justru diganjar kartu kuning. Protes keras dari pelatih PSPS, Aji Santoso, berujung kartu kuning, tetapi keputusan wasit tetap tak berubah.
Drama berlanjut di masa tambahan waktu babak pertama ketika Adhyaksa FC mendapat hadiah penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang yang juga dikonfirmasi melalui VAR. Makan Konate yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tendangan keras ke sisi kiri gawang yang tak mampu dibendung kiper PSPS, Muhammad Darmawan, meski sempat menyentuh bola. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan menurun meski kedua tim tetap berupaya mencetak gol tambahan. Rapatnya lini pertahanan membuat sejumlah peluang tak berbuah hasil, hingga peluit panjang dibunyikan wasit dan skor imbang 1-1 memastikan PSPS Pekanbaru dan Adhyaksa FC harus berbagi satu poin dalam laga penuh tensi tersebut.







Komentar