Cerenti (Riaunews.com) – Masyarakat Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, bersama mahasiswa asal Kecamatan Cerenti menggelar aksi damai menolak relokasi warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ke wilayah tanah ulayat Siampo, Minggu (18/1/2026). Aksi tersebut berlangsung di Bundaran Tugu Proklamasi, Pasar Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, dengan pengawalan aparat kepolisian.
Massa aksi mulai berkumpul sekitar pukul 09.30 WIB di bawah koordinasi Aditya Pramana selaku koordinator lapangan. Puluhan peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi dan menyatakan sikap tegas menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa Pesikaian.
Dalam pernyataan sikapnya, massa menolak penerbitan izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) di wilayah adat Siampo karena dinilai tidak sesuai Undang-Undang Kehutanan dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Mereka menilai izin tersebut diterbitkan tanpa partisipasi masyarakat adat dan tidak memenuhi syarat legalitas kelompok, administrasi, maupun teknis.
Massa aksi juga menilai izin HKm berpotensi memicu konflik sosial dan merampas hak kelola masyarakat lokal. Karena itu, mereka menuntut pencabutan izin HKm di wilayah adat Siampo serta meminta pemerintah mengevaluasi seluruh proses penerbitannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, massa menegaskan penolakan total terhadap relokasi warga TNTN ke Desa Pesikaian.
Salah seorang warga Cerenti, Boy Nofri, menyatakan masyarakat kembali turun ke jalan karena rencana relokasi disebut masih terus berjalan meski penolakan telah disampaikan sebelumnya. Ia menegaskan tanah ulayat Siampo merupakan milik masyarakat Cerenti dan tidak dapat dialihkan untuk kepentingan relokasi warga dari luar daerah.
Boy menjelaskan tanah ulayat Siampo sejak 2005 dikerjasamakan antara Koperasi Siampo Pelangi dan PTPN V, yang kini menjadi PTPN IV, dengan pola bagi hasil 60:40 hingga 2028. Aksi damai yang juga diwarnai pembentangan spanduk penolakan itu berakhir sekitar pukul 11.15 WIB dan berlangsung aman serta kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian dan TNI.







Komentar