Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk tetap membantu rakyat Palestina pada 2026, termasuk melalui penyaluran dana hibah kemanusiaan lewat Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).
Direktur HAM dan Migrasi Kemlu RI, Indah Savitri, menyampaikan bahwa dukungan Indonesia tidak akan berhenti, meski besaran dana hibah untuk 2026 masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah, kata dia, masih mengkaji berbagai aspek sebelum menetapkan nilai bantuan tahun depan.
“Terkait bantuan kita ke Palestina, tentu saja dukungan kita akan selalu ada. Hanya memang untuk hibah di tahun 2026 kita belum bahas secara detail,” ujar Indah dalam press briefing di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurut Indah, tantangan utama saat ini bukan hanya soal anggaran, tetapi juga efektivitas penyaluran bantuan. Pemerintah Indonesia menaruh perhatian serius pada blokade akses UNRWA oleh Israel yang menghambat distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah konflik, terutama Jalur Gaza.
Sebagai catatan, Indonesia pada 2025 telah menyalurkan dana hibah sebesar USD1,2 juta melalui UNRWA. Sementara pada 2024, bantuan hibah yang diberikan mencapai USD2 juta sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Kemlu RI menegaskan akan terus memantau situasi di lapangan, termasuk keselamatan personel UNRWA dan dampak konflik terhadap warga sipil Palestina, sembari memastikan komitmen bantuan Indonesia tetap berjalan di tengah berbagai tantangan.







Komentar