Geng Motor Kembali Marah di Pekanbaru, DPRD Soroti Keterlibatan Anak di Bawah Umur

Pekanbaru (Riaunews.com) – Aksi geng motor yang melibatkan anak di bawah umur kembali marak di Kota Pekanbaru. Kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Pekanbaru menyusul penangkapan tiga anggota geng motor oleh Polresta Pekanbaru, dua di antaranya masih berstatus anak.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra, mengapresiasi langkah cepat dan tegas kepolisian dalam mengamankan para pelaku. Namun, ia menilai keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi kriminal tersebut merupakan persoalan serius yang tidak bisa diabaikan.

“Ini sangat kita sayangkan, karena anak-anak seharusnya berada dalam lingkungan yang mendukung pendidikan dan masa depan mereka, bukan justru terjerumus dalam tindakan kriminal,” ujar Aidhil, Sabtu (10/1/2026).

Menurutnya, maraknya geng motor yang melibatkan anak menunjukkan lemahnya pengawasan dan pembinaan, baik dari lingkungan keluarga maupun sosial. Ia menilai kondisi ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Aidhil menegaskan bahwa pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Peran orang tua, sekolah, serta pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan.

“Perlu sinergi semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk melakukan pembinaan dan pencegahan sejak dini agar kejadian serupa tidak terus terulang,” katanya.

Ia berharap pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja di Pekanbaru dapat diperkuat, sehingga generasi muda tidak kembali terjerumus ke dalam aksi geng motor yang berpotensi merusak masa depan mereka dan mengganggu keamanan masyarakat.

Komentar