Pekanbaru (Riaunews.com) – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjetel) Provinsi Riau menyatakan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menertibkan kabel dan tiang fiber optik yang dinilai semrawut di berbagai ruas jalan. Penertiban tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan masyarakat dan ketertiban kota.
Ketua Apjetel Riau, Fadli, mengatakan kondisi jaringan fiber optik di Pekanbaru sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Selain merusak estetika kota, kabel yang menjuntai rendah hingga jatuh ke badan jalan berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan.
“Ini bukan lagi soal kerapian. Kabel fiber optik yang semrawut sudah merusak wajah kota dan membahayakan nyawa masyarakat. Ada kabel yang menjuntai rendah, jatuh ke jalan, bahkan sudah menimbulkan korban,” ujar Fadli, Rabu (7/1/2026).
Ia juga mengungkapkan masih ditemukan tiang dan jaringan fiber optik yang berdiri tanpa mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta tidak memenuhi kewajiban pembayaran retribusi dan pajak kepada pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan pelanggaran yang tidak bisa terus dibiarkan.
Apjetel Riau menilai langkah penertiban yang dilakukan Pemko Pekanbaru merupakan tindakan mendesak dan wajib dilakukan. Penataan infrastruktur telekomunikasi harus dilakukan secara menyeluruh, tegas, dan konsisten demi keselamatan publik, kepastian hukum, serta menjaga keindahan kota.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan akan kembali melakukan penertiban kabel fiber optik di sejumlah ruas jalan. Penertiban difokuskan pada wilayah dengan kondisi kabel yang semrawut dan membahayakan masyarakat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan penertiban kabel fiber optik menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru, Selasa (6/1/2026). Rapat tersebut dihadiri unsur pimpinan daerah, TNI, Polri, dan lembaga terkait untuk memastikan penataan berjalan efektif dan terkoordinasi.







Komentar