Kenapa Remaja Zaman Dulu Terlihat Lebih Tua Dibanding Remaja Sekarang?

Lifestyle236 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Saat menonton film atau melihat foto berlatar 20–30 tahun lalu, banyak orang merasa remaja pada masa itu tampak jauh lebih tua dibandingkan remaja seusia mereka di era sekarang. Contohnya mudah ditemukan lewat foto “anak SMP zaman dulu” yang menampilkan pelajar berusia 12–15 tahun dengan kumis tipis, rambut tebal agak gondrong, badan lebih berisi, dan gaya berpakaian yang kini terasa “dewasa”.

Kesan tersebut bukan semata karena mereka benar-benar terlihat lebih tua secara usia biologis. Salah satu penyebab utamanya adalah bias seleksi, yakni kecenderungan menilai masa lalu dengan standar visual masa kini. Remaja sekarang identik dengan wajah bersih tanpa kumis, rambut rapi sesuai aturan sekolah, ditambah perawatan kulit, gaya rambut modern, dan pengaruh tren media sosial.

Padahal, gaya remaja di masa lalu sepenuhnya normal pada zamannya. Pada era 1970–1980-an misalnya, rambut gondrong, kumis tebal, dan celana ketat merupakan tren yang dipengaruhi figur populer seperti Elvis Presley atau Rhoma Irama. Apa yang dulu dianggap keren, kini terlihat usang karena standar mode dan estetika sudah berubah.

Fenomena serupa juga terjadi di masa sekarang. Tren yang dipopulerkan influencer di media sosial bisa terlihat keren hari ini, tetapi lima tahun ke depan bisa dianggap kuno atau aneh. Artinya, persepsi “terlihat tua” lebih banyak dipengaruhi perubahan selera dan konteks zaman, bukan usia sebenarnya.

Selain faktor persepsi, ada pula faktor biologis. Riset gabungan Yale School of Medicine dan University of South Carolina pada 2018 menunjukkan bahwa orang yang hidup pada dua dekade terakhir memang cenderung memiliki usia biologis lebih muda dibanding generasi sebelumnya pada usia yang sama. Perbedaan ini dipengaruhi gaya hidup dan kemajuan kesehatan.

Kesadaran akan pola hidup sehat, berkurangnya kebiasaan merokok, perbaikan gizi, serta kemajuan teknologi kesehatan dan perawatan kulit membuat generasi sekarang tampil lebih segar dan awet muda. Kombinasi bias persepsi dan perubahan biologis inilah yang akhirnya membuat remaja zaman dulu tampak “lebih tua” di mata kita hari ini.

Komentar