Industri Mobil Listrik China Dihantui Homogenisasi Desain, Dianggap Minim Inovasi

Otomatif236 Dilihat

Shanghai (Riaunews.com) – Industri kendaraan energi baru atau new energy vehicles (NEV) di China tengah menghadapi tantangan serius berupa fenomena homogenisasi desain antarmerek. Sejumlah model mobil listrik terbaru dinilai memiliki tampilan yang nyaris seragam, sehingga sulit dibedakan oleh konsumen.

Kesamaan tersebut terlihat dari penggunaan lampu depan berbentuk garis memanjang, LiDAR di atap, gagang pintu tersembunyi, hingga desain interior yang mirip. Di dalam kabin, mayoritas produsen mengadopsi panel instrumen kecil, layar sentral berukuran besar, serta setir berdesain flat-bottom. Memasuki 2025, teknologi Qiankun ADS milik Huawei bahkan mulai menjadi standar di banyak model baru, termasuk pada mobil rakitan patungan seperti Audi A5L dan Q5L.

Dikutip dari Car News China, Jumat (26/12/2025), Wakil Presiden sekaligus Kepala Desain Global Geely, Chen Zheng, mengkritik keras tren tersebut. Ia menilai industri otomotif China terjebak dalam pola ikut-ikutan, di mana elemen desain populer diterapkan tanpa identitas yang jelas.

Chen menyebut kondisi ini membuat konsumen kesulitan membedakan satu merek dengan merek lainnya hanya dari tampilan visual. Kritik serupa disampaikan Ketua Voyah, Lu Fang, yang menilai persaingan ketat di industri justru menutupi minimnya inovasi nyata.

Isu kesamaan desain juga sempat menyeret perusahaan besar. Saat peluncuran Dongfeng Forthing Xinghai S7, Direktur Desain IM Motors secara terbuka mempertanyakan orisinalitas desain mobil tersebut karena dianggap sangat mirip dengan IM L7.

Sejumlah pakar menilai maraknya praktik imitasi dipicu oleh tingginya biaya pengembangan kendaraan serta kompleksitas rantai pasok. Mengikuti desain yang telah sukses dianggap sebagai jalan pintas untuk menekan biaya dan risiko. Namun, menurut Lu Fang, fokus pada keuntungan jangka pendek justru mendorong persaingan tingkat rendah dan melahirkan apa yang ia sebut sebagai “inovasi semu”.

Komentar