Pekanbaru (Riaunews.com) – Wastra lokal Riau dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai identitas fesyen daerah yang khas dan berdaya saing. Kekayaan cerita, filosofi, serta kearifan lokal yang melekat pada wastra Riau menjadi kekuatan utama yang membedakannya dari daerah lain.
Leader Subsektor Fesyen Riau Creative Hub, Thiffa Qaisty Salsabila, menyebut wastra dan kearifan lokal merupakan peluang terbesar bagi perkembangan industri fesyen Riau. Menurutnya, narasi budaya yang terkandung dalam setiap kain menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat identitas fesyen daerah. “Cerita-cerita daerah ini yang jadi privilege anak daerah,” ujarnya, Selasa (23/12).
Ia menjelaskan, sebelumnya wastra Riau, khususnya tenun, masih identik sebagai busana seremonial dengan karakter kain tebal dan motif kuat. Persepsi tersebut membuat penggunaannya terbatas. Namun, melalui inovasi desain, wastra kini mulai diolah menjadi busana siap pakai yang lebih praktis tanpa menghilangkan ciri khas budaya Melayu Riau.
Penguatan identitas fesyen daerah ini juga didukung kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan wastra lokal, seperti penetapan hari khusus mengenakan wastra. Kebijakan tersebut dinilai efektif menumbuhkan kebanggaan sekaligus memperluas pasar produk fesyen berbasis budaya lokal.
Dengan semakin banyaknya desainer dan pengrajin yang fokus mengembangkan wastra, Thiffa optimistis wastra Riau akan semakin kokoh sebagai identitas fesyen daerah. Ia meyakini, dengan kemasan modern dan tetap berakar pada budaya, wastra Riau berpeluang dikenal lebih luas di tingkat nasional hingga internasional.







Komentar