Banjir Akibat Hujan Deras Perparah Krisis Kemanusiaan Gaza

Internasional179 Dilihat

Gaza (Riaunews.com) – Warga Jalur Gaza berjuang bertahan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berhari-hari dan memperburuk krisis kemanusiaan. Banjir melanda kamp-kamp pengungsi dan menyebabkan sejumlah bangunan yang telah rusak akibat perang runtuh.

Melansir CNA, Rabu (17/12/2025), sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas akibat cuaca ekstrem tersebut, termasuk seorang bayi berusia dua minggu. Curah hujan lebih dari 150 milimeter tercatat di sejumlah wilayah Gaza dalam sepekan terakhir.

Hujan deras mengubah jalan-jalan tanah menjadi lumpur dan merendam tenda-tenda pengungsi. Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan bayi berusia dua minggu meninggal dunia akibat hipotermia, sementara petugas darurat mengimbau warga tidak berlindung di bangunan rusak yang berisiko runtuh. Hampir 80 persen bangunan di Gaza dilaporkan hancur atau rusak.

Kondisi ini membuat banyak warga tidak memiliki tempat perlindungan yang aman dari hujan dan suhu dingin. Lebih dari dua juta penduduk Gaza sebagian besar telah mengungsi dan kini tinggal di kamp tenda atau di antara puing-puing bangunan.

Kelompok bantuan kemanusiaan menyatakan pasokan tempat perlindungan masih sangat terbatas, sementara banyak tenda yang tersedia tidak memadai untuk menghadapi musim dingin. Meski gencatan senjata telah berlaku, kondisi kehidupan warga Gaza belum menunjukkan perbaikan signifikan.

PBB memperingatkan meningkatnya risiko hipotermia seiring datangnya musim hujan dan cuaca dingin. Di sisi lain, pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan oleh Israel dinilai membuat krisis kemanusiaan di Gaza kian memburuk.

Komentar