Penumpang Tunda Bepergian, Aktivitas di Terminal BRPS Pekanbaru Masih Normal Jelang Nataru

Pekanbaru121 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Aktivitas di Terminal Bandar Raya Payung Sekali (BRPS) Pekanbaru hingga dua pekan menjelang pergantian tahun masih berjalan normal tanpa lonjakan penumpang yang signifikan. Kondisi ini berbeda dari tren tahunan yang biasanya menunjukkan peningkatan mobilitas warga menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Kepala Pengawasan Satuan Pelayanan Terminal BRPS, Bambang Armanto, membenarkan bahwa terminal utama di Kota Pekanbaru tersebut belum mencatat kenaikan volume penumpang. “Saat ini situasi Terminal BRPS masih terpantau biasa saja, belum terjadi lonjakan penumpang. Padahal kita sudah mendekati masa liburan akhir tahun,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan bahwa belum stabilnya pergerakan penumpang dipengaruhi dua faktor utama. Pertama, masa libur sekolah belum dimulai sepenuhnya karena sebagian siswa masih menjalani ujian. Libur panjang baru diperkirakan dimulai pada pekan ketiga bulan ini sehingga mobilitas diprediksi meningkat setelahnya.

Faktor kedua yang dianggap lebih dominan adalah kondisi bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Daerah terdampak banjir dan longsor seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh merupakan tujuan perjalanan utama warga Pekanbaru. Kekhawatiran terhadap cuaca ekstrem di jalur darat membuat masyarakat menunda perjalanan. “Masyarakat saat ini memilih menunda perjalanan mereka karena khawatir akan kondisi cuaca ekstrem, khususnya di jalur-jalur darat yang terdampak bencana,” jelas Bambang.

Meski demikian, pihak terminal tetap mencatat adanya pergerakan penumpang pada rute tertentu. Tujuan ke Sumatera Utara—seperti Medan, Siantar, dan Sibolga—masih mencatat pemesanan tiket, meski dalam volume yang tidak tinggi. Bambang menegaskan bahwa pergerakan pada rute tersebut masih terjadi secara konsisten.

Terminal BRPS saat ini terus melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan jumlah penumpang harian. Seluruh armada bus juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan mendadak menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru.

Komentar