PHR Gelar Pelatihan Barista untuk Dukung Kemandirian Penyandang Disabilitas di Riau

Sosial, Spesial Riau138 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Aroma kopi memenuhi ruangan UPT Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Daksa Provinsi Riau saat Pelatihan Barista digelar bagi peserta dari kelompok disabilitas. Pelatihan yang merupakan bagian dari Program Pemko Pesmina Pertamina Hulu Rokan (PHR) itu menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan di bidang perkopian.

Salah satu peserta, Fidia Nurain, menunjukkan kemahirannya meracik kopi hasil pelatihan yang diselenggarakan PHR bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Fidia, seorang penyandang disabilitas daksa, mengaku pelatihan tersebut memberinya kesempatan mendalami teknik penyeduhan seperti brewing, latte art, dan cupping.

Fidia mengatakan ketertarikannya pada kopi menjadi alasan utama mengikuti program tersebut. Ia menyebut teknik latte art sebagai bagian paling menantang, namun menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuannya. Fidia juga mengapresiasi dukungan PHR yang dinilai membantu meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

PHR Zona Rokan menyampaikan komitmennya untuk menciptakan ekosistem inklusif melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan kewirausahaan hingga content creator. Pelatihan Barista menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk mendorong kemandirian kelompok disabilitas di sekitar wilayah operasi PHR.

CID Manager Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa Pelatihan Barista merupakan bagian dari Program Pemko Pesmina pilar ekonomi, yang diikuti oleh 30 peserta. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan dan peluang ekonomi penyandang disabilitas.

Melalui program-program tersebut, PHR menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan keterampilan dan membuka ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat mandiri secara sosial dan ekonomi.

Komentar