Zurich (Riaunews.com) – Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KBRI Bern mendorong perluasan pasar produk kreatif Indonesia di Swiss melalui kegiatan promosi investasi di Zurich. Upaya ini dilakukan dengan mempertemukan perusahaan Indonesia dengan sejumlah perusahaan dan calon investor Swiss dalam sebuah pertemuan khusus.
Dalam kegiatan tersebut, kedua pihak menghadirkan empat perusahaan Indonesia yang mewakili sektor ekonomi kreatif, yakni Sour Sally Group, Akasacara Film, PT Ladang Lima, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singasari. Mereka mempresentasikan peluang bisnis dan potensi ekspansi produk kreatif Indonesia ke pasar Eropa.
Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, menilai promosi ekonomi kreatif perlu diperkuat karena kontribusinya terhadap PDB Indonesia telah mencapai sekitar 7 persen. Ia mengatakan kolaborasi antara kreativitas Indonesia dan inovasi teknologi dari Swiss berpotensi melahirkan produk kreatif yang lebih kompetitif.
Kepala Bidang Ekonomi KBRI Bern, Lily Savitri, menyatakan diaspora Indonesia selama ini berperan penting sebagai duta bangsa. Ia menekankan bahwa kontribusi diaspora tidak hanya melalui profesi masing-masing, tetapi juga lewat penguatan citra dan jejaring Indonesia di Swiss, yang turut mendukung penetrasi produk kreatif nasional.
Sektor ekonomi kreatif tercatat menyerap 26,47 juta tenaga kerja pada semester pertama 2025. Pada periode yang sama, total investasi di sektor ini mencapai Rp 90,12 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang terus meningkat baik dari sisi tenaga kerja maupun pembiayaan industri.
Swiss saat ini menempati posisi kedua sebagai negara tujuan ekspor terbesar produk ekonomi kreatif Indonesia. Pada semester pertama 2025, nilai ekspor ke negara tersebut mencapai 960,6 juta dolar AS, yang menjadi indikator semakin besarnya minat pasar Swiss terhadap produk kreatif Tanah Air.







Komentar