Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya menjaga stabilitas inflasi menjelang akhir tahun 2025. Kenaikan sejumlah harga komoditas pangan di pasar belakangan ini dikhawatirkan dapat memicu peningkatan inflasi daerah jika tidak segera diantisipasi.
Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, menyampaikan bahwa pada November 2025 Pekanbaru justru mengalami deflasi. Usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, ia menjelaskan bahwa deflasi bulan ke bulan dari Oktober ke November sebesar 0,11 persen, dinilai cukup positif setelah sebelumnya terjadi inflasi tinggi.
Namun, Ingot menambahkan bahwa secara year on year, Pekanbaru tetap mengalami inflasi sebesar 2,4 persen. Kenaikan harga emas dan sejumlah komoditas pangan disebut menjadi pemicu utama inflasi tahunan tersebut.
Ia berharap tren inflasi dapat kembali membaik dalam waktu dekat. Pemko juga tengah mengantisipasi potensi lonjakan harga sejumlah komoditas, terutama karena beberapa daerah pemasok bahan pangan saat ini terdampak bencana alam.
Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah kota telah menyiapkan langkah pengamanan pasokan dan pemantauan harga di pasaran. Komoditas seperti cabai dan sayur-sayuran menjadi perhatian utama, mengingat sebagian besar pasokannya berasal dari provinsi tetangga yang kini menghadapi gangguan distribusi akibat bencana.
Pemko Pekanbaru memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tekanan inflasi dapat ditekan hingga akhir tahun.







Komentar