Harga Pangan di Pekanbaru Mulai Dikhawatirkan Naik Jelang Nataru

Pekanbaru (Riaunews.com) – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru dikhawatirkan mengalami kenaikan. Situasi ini diperburuk dengan bencana alam yang melanda daerah pemasok utama seperti Sumatra Utara dan Sumatra Barat sehingga pasokan bahan pangan ke Pekanbaru diproyeksikan terganggu.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Fathullah, menyampaikan kekhawatiran tersebut pada Sabtu (6/12/2025). Ia menyebutkan bahwa harga bahan pangan memang cenderung naik setiap menjelang Nataru, bahkan sebelum bencana terjadi. Saat ini, harga cabai telah menembus Rp100 ribu per kilogram, yang menurutnya menjadi sinyal kuat potensi lonjakan harga lebih besar.

Fathullah mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru untuk bekerja lebih serius menjaga stabilitas harga. Ia menekankan bahwa kenaikan harga tidak boleh dibiarkan hingga membebani masyarakat kecil yang bergantung pada bahan pokok sehari-hari. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan setiap kenaikan masih berada pada batas wajar.

Ia juga mengingatkan bahwa periode rawan kenaikan harga tidak hanya terjadi menjelang Nataru. Setelah itu, masyarakat kembali menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri yang secara rutin memicu lonjakan kebutuhan pangan. Kondisi ini membuat tantangan pengendalian harga berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.

Selain bencana alam, faktor gagal panen akibat cuaca ekstrem turut memperburuk pasokan bahan pangan dari sejumlah daerah. Fathullah menuturkan bahwa produksi pertanian menurun drastis, sementara proses tanam ulang membutuhkan waktu. Ia menilai pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar pasokan tidak terus terhambat.

Sebagai solusi jangka pendek, ia meminta pemerintah kota mempertimbangkan sumber alternatif suplai, termasuk opsi impor dari Thailand atau Vietnam jika pasokan dari daerah terdampak tidak dapat masuk. Menurutnya, kebijakan ini penting agar masyarakat tetap memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Ia menegaskan Disperindag harus bergerak cepat agar fluktuasi harga pangan tidak semakin menekan warga Pekanbaru.

Komentar